Buku bukan sekadar kumpulan halaman, tetapi jendela pengetahuan yang membuka cara berpikir, memperluas wawasan, dan membentuk masa depan bangsa.
Hari Buku Nasional menjadi momentum penting untuk kembali menumbuhkan budaya membaca di tengah derasnya arus informasi digital. Tantangan literasi di Indonesia masih menjadi perhatian bersama. Sejumlah data menunjukkan tingkat minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah dibanding banyak negara lain. UNESCO bahkan pernah mencatat rendahnya budaya membaca masyarakat Indonesia, sementara hasil survei PISA juga menempatkan kemampuan literasi Indonesia di jajaran bawah dunia.
Namun di balik tantangan tersebut, semangat literasi terus tumbuh. Kehadiran perpustakaan digital, komunitas baca, taman literasi, hingga gerakan membaca di berbagai daerah menjadi bukti bahwa budaya literasi terus bergerak dan berkembang.
Membaca bukan tentang seberapa banyak buku yang diselesaikan, tetapi bagaimana ilmu dan pemahaman dari setiap halaman dapat membentuk cara berpikir yang lebih kritis, terbuka, dan bijaksana.
Yuk Sobat BPI, mulai biasakan membaca setiap hari. Satu buku bisa membuka ribuan ide, dan literasi yang kuat adalah langkah awal menuju Indonesia yang lebih maju.
Sumber: Postingan Akun Instagram BPI Kemendes berikut.
