DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA

PMI Lamongan Raih Opini WTP, Bupati Yuhronur Efendi Dorong Penguatan Layanan Kemanusiaan

berita
Rabu, 20 Mei 2026
14x dilihat
Foto: PMI Lamongan Raih Opini WTP, Bupati Yuhronur Efendi Dorong Penguatan Layanan Kemanusiaan

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan bahwa Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan mitra strategis pemerintah dalam pelayanan sosial dan kemanusiaan. Program PMI harus nyata dan dirasakan oleh masyarakat. 

Hal itu disampaikan saat menghadiri Pelantikan Pengurus PMI Kecamatan se-Kabupaten Lamongan masa bakti 2026-2030 dan Musyawarah Kerja PMI Tahun 2026 di Aula RSUD dr. Soegiri Lamongan. Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Lamongan Agus Suyanto.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes menekankan pentingnya musyawarah kerja sebagai langkah menyusun program yang nyata, realistis, dan dapat dilaksanakan optimal di tengah masyarakat.

“Saya ucapkan selamat dan sukses atas pelantikan yang baru saja dilaksanakan. Seluruh program yang direncanakan harus nyata, realistis, dan benar-benar bisa dilaksanakan sehingga manfaat PMI terus dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Pak Yes, peran PMI tidak hanya terbatas pada penyediaan darah. Lembaga kemanusiaan ini juga hadir dalam penanganan kebencanaan, bantuan sosial, pelayanan kesehatan, hingga pembinaan relawan dan Palang Merah Remaja (PMR).

“PMI selalu hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya soal darah, tetapi juga membantu saat terjadi bencana, memberikan pertolongan pertama, hingga membangun semangat kemanusiaan melalui pembinaan relawan dan PMR,” jelasnya.

Pak Yes menilai kontribusi PMI sangat mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Lamongan. Hal ini tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan yang hampir menyentuh angka 76,81 serta usia harapan hidup mendekati 75,40 tahun.

“Ini menunjukkan bahwa pembangunan kesehatan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga menghadirkan kemaslahatan melalui pelayanan dan lembaga sosial yang kuat, salah satunya PMI,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tantangan pemenuhan kebutuhan darah di Lamongan. Berdasarkan standar WHO, kebutuhan darah ideal minimal dua persen dari jumlah penduduk. Pada 2025, capaian pemenuhan darah di Lamongan mencapai sekitar 94 persen. Tahun ini, PMI menargetkan pemenuhan 19 ribu kantong darah, sementara ketersediaan saat ini baru mencapai sekitar 7 ribu kantong.

“Ini menjadi tantangan bersama karena PMI bergerak berbasis kerelawanan. Karena itu harus terus disosialisasikan dan diapresiasi agar partisipasi masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.

Selain pelayanan darah, PMI Lamongan terus memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui pengiriman bantuan logistik dan relawan. PMI juga akan memaksimalkan pembinaan PMR di sekolah agar generasi muda memiliki kemampuan dasar pertolongan pertama dan kesiapsiagaan darurat.

Pada agenda yang sama, PMI Kabupaten Lamongan menerima Laporan Auditor Tahun Anggaran 2025 dari Kantor Akuntan Publik Bambang Sutjipto Ngumar. Laporan keuangan PMI Lamongan memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), predikat tertinggi dalam audit keuangan.

Capaian ini diharapkan semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap PMI Lamongan dalam menjalankan pelayanan sosial dan kemanusiaan secara profesional, transparan, dan berkelanjutan. (pul).

Sumber: Memorandum.Disway.id

https://memorandum.disway.id/lamongan/read/159562/pmi-lamongan-raih-opini-wtp-bupati-yuhronur-efendi-dorong-penguatan-layanan-kemanusiaan

Topik Terkait:

DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN LAMONGAN

  • Jl. Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur 62214
  • dinpmd@lamongankab.go.id
  • (0322) 321171
Logo Branding Lamongan
© 2026 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan