KHOFIFAH MINTA ASN JADI PEMIMPIN STRATEGIS HADAPI TANTANGAN GLOBAL
berita
Selasa, 19 Mei 2026
6x dilihat
Khofifah Indar Parawansa mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk menjadi pemimpin strategis yang adaptif, inovatif, dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XI Tahun 2026 di Surabaya, Selasa (19/05/2026).
Khofifah menegaskan bahwa ASN saat ini tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi harus mampu menjadi strategic leader yang dapat menghadirkan perubahan nyata di birokrasi dan pelayanan publik.
“Saya berharap melalui kegiatan ini bisa menjadi ruang lahirnya strategic leader yang adaptif mampu menghadirkan inovasi, proyek perubahan, dan tata kelola pemerintahan yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kemampuan adaptif dalam kepemimpinan, termasuk berpikir kreatif, menjadi penggerak inovasi, serta memastikan setiap kebijakan benar-benar memberi dampak bagi masyarakat.
“Adaptif itu bagaimana kita hari ini bisa merencanakan besok dengan belajar dari pengalaman masa lalu,” kata Khofifah.
Menurutnya, ASN juga harus terus belajar dan terbuka terhadap perubahan, termasuk menggunakan analisis SWOT untuk membaca peluang dan tantangan.
“Ayo belajar, belajar, belajar, we have to improve,” tegasnya.
Khofifah juga menegaskan bahwa perubahan merupakan sesuatu yang pasti terjadi sehingga ASN harus siap beradaptasi dengan dinamika zaman.
Ia menilai tema pelatihan terkait kepemimpinan adaptif dalam penguatan ketahanan pangan sangat relevan dengan kondisi global yang penuh tantangan, mulai dari geopolitik, perubahan iklim, hingga disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan.
Karena itu, ia mengajak ASN membangun kepemimpinan yang melayani, kolaboratif, dan solutif.
“Bangun kepemimpinan yang melayani, bangun birokrasi yang kolaboratif dan hadirkan solusi yang menjawab kebutuhan rakyat,” ujarnya.
Khofifah juga menyampaikan bahwa ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I 2026 tumbuh 5,96 persen (yoy), tertinggi di Pulau Jawa, serta didukung capaian produksi padi dan beras tertinggi nasional pada 2025.
Sementara itu, Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq menegaskan ASN harus terus belajar agar mampu mengikuti perubahan dan bahkan menjadi trend setter dalam birokrasi.