Keberadaan sebagian Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Lamongan mulai dirasakan masyarakat. Indikasinya, perolehan omzet hasil penjualan.
Contoh, KDMP Desa Sendangrejo, Kecamatan Lamongan. Baru empat hari buka, meraih omzet jutaan rupiah. Semisal barang sudah lengkap, dimungkinkan bertambah.
"Alhamdulillah, hari pertama saja kita sudah mendapatkan Rp2 juta," Siska Intan, petugas penjualan KDMP Desa Sendangrejo, Selasa 19 Mei 2026.
Intan, sapaan akrabnya, mengayatakan, sesuai pengakuan warga sekitar, keberadaan KDMP ini memudahkan berbelanja warga.
Alasannya, karena lebih dekat, sehingga tidak perlu jauh-jauh ke toko.modern. selain itu, harga yang ditawarkan lebih terjangkau.
"Bisa dilihat, jarak desa sini dengan jalan raya menuju toko-toko modern kan jauh. Sekarang, cukup di sini," imbuhnya.
Demikian juga di KDMP Kebet, Kecamatan Lamongan. Hampir sama, omzet penjualan juga mencapai angka Rp4 juta. Sebanyak itu, sementara ini diperoleh dari hasil penjualan gas elpiji, minyak, gula dan beras.
"Sembako yang banyak dibeli masyarakat. Karena harganya lebih murah daripada di tempat lain," tutur Asisten Kepala Toko KDMP Kebet, Iqbal Ramadhan.
Komandan Kodim 0812 Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Digdo mengatakan, tingginya kunjungan warga menjadi bukti KDMP mendapat respons baik masyarakat. S ekaligus mulai memberi dampak ekonomi bagi desa.
Buktinya, hari pertama penghasilannya Rp2 juta, hari kedua Rp1 juta lebih, dan hari ketiga mencapai Rp4 juta lebih.
"Dengan capaian omzet penjualan tersebut, diindikasikan bahwa program KDMP benar-benar dibutuhkan masyarakat. Hingga hari keempat operasional, jumlah pengunjung disebut terus meningkat," ujarnya.
Letkol Deni juga menilai, antusiasme warga mencerminkan besarnya harapan terhadap koperasi sebagai pusat ekonomi desa yang menyediakan kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau.
