Omzet Harian Tembus Rp 4 Juta, KDMP di Lamongan Disambut Positif Masyarakat
berita
Selasa, 19 Mei 2026
2x dilihat
jatimnow.com - Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kabupaten Lamongan mendapat respon positif dari masyarakat. Salah satunya KDMP di Desa Sendangrejo, Kecamatan Lamongan, yang baru diresmikan serentak Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (16/6/2026). Pengelola mengklaim, omset KDMP tersebut bisa menyentuh Rp 4 juta per hari. Karyawan KDMP Sedangrejo, Siska mengaku, sejak diresmikan empat hari lalu, warga ramai berbelanja kebutuhan sehari-hari dan tak pernah sepi pembeli. "Yang paling ramai itu Senin kemarin, atau hari ke tiga oprasional, dimana pemasukan bisa tembus Rp 4 juta," ungkapnya, Selasa (19/6/2026). Masih menurut Siska, tingginya animo masyarakat berbelanja di KDMP di antaranya karena harga yang lebih kompetitif dan lokasi yang lebih dekat dibanding toko ritel modern. "Harganya kan relatif murah, kemudian jaraknya lebih dekat juga. Barang yang dicari kebanyakan LPG 3 kilogram kemudian bahan pokok minyak dan beras," katanya. Baca juga: 8 Desa di Tulungagung Terima Bantuan Truk Untuk Operasional KDMP Hal serupa juga diakui di KDMP Desa Kebet, Kecamatan Lamongan, dimana laporan penjualan cukup bagus. "Kemarin itu sudah mendapatkan penghasilan satu harinya Rp 4 juta ini sebagai bisa kita lihat keseriusan dari koperasi tersebut dari masyarakat untuk belanja di koperasi Kebet ini sangat luar biasa," tuturnya. Menanggapi hal tersebut, Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Digdo menyebut tingginya kunjungan warga menjadi bukti nyata bahwa kehadiran koperasi merah putih mendapat sambutan baik dari masyarakat. Baca juga: 85 Persen Koperasi Merah Putih di Kediri Raya Rampung, Target Tuntas Maret–April Ia menyebut, selain menjadi pusat pelayanan kebutuhan warga, koperasi juga mulai memberikan dampak ekonomi bagi desa. “Ini sudah menjadi wujud nyata bahwa masyarakat sangat antusias terhadap kehadiran koperasi merah putih. Dari hari pertama sampai hari keempat, masyarakat yang berkunjung sangat luar biasa,” kata