Senyum semringah mengembang di wajah sebagian para petani padi di Lamongan. Memasuki awal musim panen, harga gabah kering panen (GKP) meroket, menembus hingga Rp 7.400 per kilogram (kg).
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Bakrudin, mengatakan, petani wilayah Tikung, Sukodadi, dan Kembangbahu yang mulai panen. Menurut dia, Lamongan memiliki sikluspanen yang cenderung berkelanjutan.
Nyaris tidak ada istilah putus panen di lumbung pangan Jawa Timur ini. Hampir setiap musim ada yang panen padi. Apalagi tahun lalu. Luas tambah tanam cukup tinggi karena manajemen air yang baik. Sebagian petani di beberapa wilayah bahkan mampu melakukan masa tanam hingga tiga kali dalam setahun.
"Tahun ini pemerintah tetap berupaya agar petani bisa tanam padi lagi, dengan berbagai antisipasi yang sedang dijalankan," ujarnya.
