DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA

Sembilan KDMP di Lamongan Sudah Operasional Realtime, Omzet Tembus Jutaan Rupiah

berita
Selasa, 19 Mei 2026
4x dilihat
Foto: Sembilan KDMP di Lamongan Sudah Operasional Realtime, Omzet Tembus Jutaan Rupiah
Lamongan – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Lamongan mulai menunjukkan geliat positif. Sebanyak sembilan KDKMP kini telah beroperasi secara realtime melalui sistem aplikasi transaksi online, sekaligus menjadi bukti nyata tingginya antusiasme masyarakat serta keseriusan pemerintah dalam mengawal penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa.

Komandan Kodim (Dandim ) 0812 Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, menyampaikan bahwa sembilan KDKMP tersebut telah menyelesaikan tahapan input dan upgrade sistem aplikasi pengadaan barang dari PT Agrinas Nusantara sehingga sudah dapat melakukan transaksi jual beli secara online.
Sembilan KDKMP yang kini telah aktif operasional tersebut berada di Desa Kebet, Desa Sendangrejo, Kelurahan Sukorejo, Desa Plosowahyu, Desa Turi, Desa Karanglangit, Desa Sumberejo, Desa Pangkatrejo, dan Desa Tanjung.

“Artinya sudah bisa melaksanakan proses transaksi jual beli dan sebagian sudah langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setelah diresmikan secara daring oleh Pak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Letkol Inf Deni dihadapan awak media di gerai KDKMP Desa Sendangrejo Kecamatan Lamongan, Selasa (19/5/2026). 



Menurutnya, masyarakat kini sudah dapat langsung berbelanja kebutuhan sehari-hari di gerai KDKMP yang telah siap secara sistem maupun ketersediaan barang. Operasional toko dimulai pukul 07.00 WIB hingga 20.00 WIB dan bersifat fleksibel menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

“Kalau memang dibutuhkan, operasional bisa sampai pukul 22.00 WIB seperti toko modern pada umumnya,” katanya.Advertisement

Omset Penjualan Tembus Rp4 Juta, Antusiasme Warga Dinilai Sangat TinggiBaca jugaEmpat KDKMP Kota Batu Masuk Peresmian Nasional, Pemkot Batu Dorong Kemandirian Ekonomi

Salah satu KDKMP yang menjadi perhatian adalah KDKMP Desa Sendangrejo, Kecamatan Lamongan. Sejak resmi dibuka, koperasi tersebut mencatat pertumbuhan omset yang cukup signifikan hanya dalam beberapa hari operasional.

Deni mengungkapkan, berdasarkan laporan dari kepala desa dan kasir KDKMP setempat, pada hari pertama pembukaan omset penjualan mencapai sekitar Rp2 juta. Hari kedua tercatat lebih dari Rp1 juta, sedangkan hari ketiga melonjak hingga lebih dari Rp4 juta.



“Ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat sangat antusias terhadap kehadiran Koperasi Merah Putih. Warga mulai datang dan bertransaksi secara langsung karena merasa keberadaan koperasi ini benar-benar dibutuhkan,” ucapnya. 

Ia menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa program Koperasi Merah Putih tidak hanya sekadar simbol, melainkan mulai tumbuh sebagai pusat ekonomi baru di tingkat desa.Baca jugaForum KDKMP Bondowoso Sebut Program Lamban dan Tak Sesuai Harapan

Berpotensi Jadi Mitra UMKM Lokal

Tak hanya melayani kebutuhan pokok masyarakat, KDKMP juga diproyeksikan menjadi ruang pemberdayaan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Lamongan.

Deni menjelaskan, koperasi nantinya dapat membeli produk hasil UMKM masyarakat sekitar untuk kemudian dipasarkan kembali melalui gerai KDKMP. Selain itu, koperasi juga berpeluang menjalin kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah setempat.

“KDKMP bisa menjadi mitra bagi produk UMKM lokal sehingga hasil produksi masyarakat dapat terserap dan dipasarkan lebih luas,” ujarnya.

Langkah tersebut dinilai mampu memperkuat rantai ekonomi desa sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.

Sistem Digital Jadi Kunci Transparansi dan EfisiensiBaca juga126 Koperasi Merah Putih di Gresik Resmi Beroperasi, Pemkab Fokus Siapkan SDM

Sementara itu, Staf Marketing dan Distribusi PT Agrinas Nusantara di Lamongan, Arnold, menjelaskan bahwa proses input dan upgrade sistem aplikasi transaksi pada KDKMP membutuhkan ketelitian agar seluruh data barang sinkron dengan sistem kasir online.

Menurut Arnold, barang yang baru masuk ke gerai tidak bisa langsung dijual sebelum diinput ke dalam sistem, termasuk penyesuaian harga dan stok barang.

“Biasanya membutuhkan waktu satu sampai dua hari agar data barang, harga, dan persediaan di rak sinkron dengan sistem transaksi online,” tutur Arnold. 

Sistem digital tersebut diharapkan mampu menciptakan tata kelola koperasi yang lebih transparan, tertib administrasi, dan memudahkan pengawasan distribusi barang.

Harga Lebih Terjangkau, Warga Mulai Beralih ke KDKMP

Antusiasme masyarakat juga dibenarkan oleh salah satu kasir KDKMP Desa Sendangrejo, Siska Intan. Ia mengatakan sejak hari pertama dibuka, warga terus berdatangan untuk berbelanja maupun sekadar melihat produk yang tersedia.

Menurut Siska, masyarakat menilai harga barang di KDKMP relatif lebih terjangkau dibanding toko modern sehingga mulai menjadi pilihan baru bagi warga sekitar.

“Hari pertama omset mencapai Rp2.170.000, hari kedua sekitar Rp1 juta, dan hari Senin kemarin mencapai Rp4 juta lebih,” katanya.

Ia menambahkan, produk yang paling banyak diminati masyarakat saat ini antara lain LPG 3 kilogram, minyak goreng, dan beras.

“Walaupun barang belum sepenuhnya lengkap, antusiasme masyarakat untuk datang dan berbelanja sangat luar biasa,” tutur Siska, Kasir KDKMP Desa Sendangrejo, Kecamatan Lamongan. (*)

---
Sumber: TIMES INDONESIA
https://timesindonesia.co.id/peristiwa-daerah/591033/sembilan-kdmp-di-lamongan-sudah-operasional-realtime-omzet-tembus-jutaan-rupiah
Topik Terkait:

DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN LAMONGAN

  • Jl. Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur 62214
  • dinpmd@lamongankab.go.id
  • (0322) 321171
Logo Branding Lamongan
© 2026 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan