LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Halaman Pemkab Lamongan, Rabu (20/5), tidak hanya berlangsung khidmat, tetapi juga menyoroti tantangan baru bangsa di era digital.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan kebangkitan nasional saat ini bukan lagi sekadar soal menjaga wilayah, melainkan bagaimana negara mampu menjaga kedaulatan informasi dan melindungi generasi muda di ruang digital.
Dalam upacara tersebut, Yuhronur Efendi membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Vadia Hafid yang menekankan bahwa kebangkitan nasional harus menyesuaikan perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa.
“Kebangkitan nasional hari ini bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital,” ujar Pak Yes.
Melalui tema Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara, pemerintah disebut tengah mendorong sejumlah program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Mulai dari Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, perbaikan kualitas guru, hingga penguatan koperasi desa.
Selain itu, perhatian juga diarahkan pada perlindungan anak di ruang digital melalui penerapan penuh PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP TUNAS.
“Negara tidak boleh kalah menghadapi tantangan digital yang semakin kompleks, terutama yang berdampak pada anak-anak dan generasi muda,” katanya.
Menurut Pak Yes, momentum Harkitnas juga harus menjadi pengingat pentingnya solidaritas sosial dan peningkatan literasi digital di tengah derasnya arus informasi.
“Kebangkitan nasional harus dimulai dari kesadaran individu yang kemudian bergerak menjadi kekuatan kolektif untuk kemajuan bangsa,” imbuhnya.
Ia berharap semangat Harkitnas ke-118 dapat menjadi energi baru menjelang Hari Jadi Lamongan ke-457 agar seluruh elemen daerah tetap optimistis menghadapi tantangan pembangunan.
“Saya mengajak seluruh stakeholder pembangunan terus berkontribusi nyata sesuai perannya masing-masing demi Lamongan yang semakin sejahtera,” pungkasnya.
Sumber.