
LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Lamongan dan Baznas Jawa Timur menyalurkan beasiswa Lamongan Cerdas serta program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) kepada ratusan pelajar dan mahasiswa, Rabu (20/5).
Program tersebut menjadi langkah strategis Pemkab Lamongan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di tengah persaingan pendidikan dan tuntutan menuju Indonesia Emas 2045.
Bupati Yuhronur Efendi menegaskan pendidikan menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan daerah. Menurutnya, kemajuan Lamongan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga kualitas generasi mudanya.
“Kemajuan daerah dapat dilihat dari perkembangan IPM. Ketika pendidikan maju, maka tingkat peradaban daerah juga ikut meningkat,” ujar Pak Yes di Pendopo Lokatantra.
Saat ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan tercatat berada di angka 76,8. Capaian itu dipengaruhi peningkatan sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat yang terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir.
Pak Yes meminta seluruh penerima beasiswa memanfaatkan bantuan pendidikan tersebut secara maksimal dan tidak kehilangan optimisme dalam meraih cita-cita.
“Kesempatan ini harus dijaga. Jangan pernah pesimis karena masa depan daerah ada di tangan generasi muda hari ini,” katanya.
Selain program Lamongan Cerdas dan SKSS, Pemkab Lamongan juga menjalankan Beasiswa Pendidikan Terintegrasi dan Gratis (Perintis) untuk memperluas akses pendidikan bagi pelajar berprestasi maupun keluarga kurang mampu.
Menurut Pak Yes, tantangan generasi muda saat ini tidak hanya soal akademik. Kemampuan membangun karakter, adab, dan komunikasi sosial juga dinilai penting agar mampu bersaing di masa depan.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Lamongan Bambang Eko Mulyono mengungkapkan total 218 penerima dari 68 lembaga mendapatkan bantuan pendidikan dengan nilai mencapai Rp375,9 juta.
“Alhamdulillah hari ini kami bisa menyalurkan beasiswa mulai tingkat santri, siswa sekolah hingga mahasiswa,” ujarnya.
Program tersebut mencakup bantuan bagi santri, siswa SD hingga SMA, mahasiswa, serta penerima program SKSS. Selain itu, Baznas Jawa Timur juga turut menyalurkan bantuan pendidikan untuk pelajar dan mahasiswa asal Lamongan.
“Harapannya, bantuan ini benar-benar menjadi jalan lahirnya generasi Lamongan yang lebih unggul dan berdaya saing,” pungkasnya.
Sumber. RadarBangsa.co.id
