
LAMONGAN, FaktualNews.co-Program nasional Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai menunjukkan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat desa.
Baru diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (16/5/2026), koperasi tersebut langsung disambut warga di Kabupaten Lamongan.
Antusiasme warga juga dirasakan langsung petugas kasir KDKMP Sendangrejo, Siska Intan. Ia menyebut warga langsung memadati koperasi sejak hari pertama dibuka.
“Alhamdulillah, masyarakat di sini antusias sekali. Kehadiran Koperasi Merah Putih ini sangat membantu, karena biasanya kalau mau belanja harus jauh ke minimarket modern seperti Alfamart atau Indomaret. Di sini selain dekat, harganya juga sedikit lebih murah,” ujarnya. Selasa (19/5/2026).
Siska menjelaskan, omzet koperasi terus mengalami peningkatan. Pada hari pertama, omzet mencapai Rp2.170.000. Hari kedua berada di kisaran Rp1 jutaan, lalu melonjak hingga lebih dari Rp4 juta pada hari ketiga.
Sementara pada hari keempat, sebelum tutup operasional, omzet sudah menyentuh Rp650 ribu.
Menurutnya, barang yang paling banyak dicari masyarakat adalah gas LPG, minyak goreng, beras, hingga camilan anak-anak.
“Walaupun barang kami belum sepenuhnya lengkap, antusiasme warga untuk datang dan melihat-lihat itu luar biasa, langsung diserbu sejak hari pertama,” katanya.
Dari ribuan koperasi yang diluncurkan di seluruh Indonesia, Kabupaten Lamongan mencatat capaian membanggakan dengan meresmikan 90 KDKMP yang kini siap beroperasi untuk mendukung perputaran ekonomi masyarakat desa.
Bahkan, sebanyak sembilan koperasi telah memasuki tahap operasional penuh sesuai tahapan sistem aplikasi pengadaan barang dari PT Agrinas Nusantara.
Kesembilan KDKMP tersebut berada di Desa Kebet, Sendangrejo, Sukorejo, Plosowahyu, Turi, Karanglangit, Pangkatrejo, dan Tanjung.
Komandan Kodim 0812 Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, turun langsung meninjau operasional koperasi di sejumlah desa, di antaranya Desa Sendangrejo dan Desa Kebet.
Dari hasil pemantauan hingga hari keempat operasional, koperasi disebut mendapat respons luar biasa dari masyarakat.
“Ini bukti nyata bahwa Koperasi Merah Putih sudah bisa operasional dengan sangat baik. Di KDKMP Sendangrejo, berdasarkan laporan kepala desa dan kasir, hari pertama mendapatkan omzet Rp2 juta, hari kedua Rp1 juta lebih, dan hari ketiga Alhamdulillah sangat luar biasa, penghasilan sampai Rp4 juta lebih. Ini wujud riil bahwa masyarakat sangat mengidolakan dan mengharapkan Koperasi Merah Putih ini,” ujar Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo.
Hal serupa juga ditemukan saat peninjauan di KDKMP Desa Kebet. Menurut Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, omzet koperasi di desa tersebut juga menembus angka Rp4 juta dalam sehari.
“Kami berada di Koperasi Merah Putih Desa Kebet. Setelah kami tanyakan ke pihak desa dan petugas, penghasilannya juga sangat lumayan. Salah satu komoditas yang paling cepat habis adalah gas LPG, bahkan di hari keempat ini sudah harus melakukan pengisian ulang demi memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Ke depan, koperasi ini juga diproyeksikan menjadi bagian penting dalam mendukung program nasional lain, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Nantinya, produk-produk UMKM masyarakat akan diserap dan didistribusikan melalui koperasi.
“Koperasi ini akan bekerja sama dengan SPPG untuk menyuplai kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis, sehingga bahan-bahan kebutuhan bisa diambil dari Koperasi Merah Putih,” jelas Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo.
Menutup keterangannya, Dandim 0812 Lamongan menegaskan komitmen TNI untuk terus mengawal keberlangsungan program tersebut di wilayah Lamongan.
“Kami sebagai Komandan Kodim 0812 Lamongan akan terus mengawal perkembangan koperasi ini agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
