Pemerintah Kabupaten Lamongan menegaskan komitmennya untuk menjadikan kesejahteraan buruh sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, dalam kegiatan malam refleksi Hari Buruh Internasional di halaman Kantor Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Lamongan, Kamis (30/4/2026) malam.
Pemkab Lamongan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang diinisiasi oleh serikat buruh tersebut sebagai ruang kebersamaan sekaligus refleksi atas perjuangan pekerja.
Mas Dirham menegaskan bahwa peringatan May Day bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mengingat bahwa perjuangan buruh dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan terus berlangsung. Ia juga menyebut peringatan May Day di Lamongan selama ini berjalan aman dan tertib serta menjadi wadah penyampaian aspirasi.
“Buruh di Lamongan tidak hanya identik dengan pekerja industri, tetapi juga mencakup petani dan nelayan yang menjadi mayoritas demografi masyarakat. Oleh karena itu, buruh adalah pahlawan daerah yang berkontribusi besar terhadap pembangunan,” tuturnya.
Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Lamongan pada 2025 mencapai 5,4 persen sebagai bukti kontribusi buruh dalam pembangunan daerah. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat hingga 76,81 dan berada di atas rata-rata Jawa Timur.
Menurutnya, malam refleksi ini menjadi pengingat bahwa upaya mewujudkan kesejahteraan buruh yang adil harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
Dalam hal perlindungan sosial, Pemkab Lamongan terus memperluas jangkauan jaminan kesehatan dan sosial melalui BPJS. Meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran, kesejahteraan buruh tetap menjadi prioritas utama.
“Pemkab Lamongan berkomitmen untuk terus hadir dan memastikan kesejahteraan buruh sebagai bagian dari pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lamongan yang menjadi yang pertama mengawali rangkaian May Day 2026 di Jawa Timur dengan suasana kondusif.
Kepala Disnakertrans Lamongan, M. Zamroni, menyampaikan bahwa hubungan industrial yang harmonis antara serikat pekerja, pengusaha, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam menarik investasi.
"Di Lamongan tidak ada aksi yang meresahkan. Semua aspirasi disampaikan melalui ruang koordinasi yang baik dengan Polres dan Kodim. Iklim investasi yang sejuk ini akan berimbas pada pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat," ungkapnya
Sumber: Memorandum.Disway.id