Program beasiswa Pendidikan Terintegrasi dan Gratis (Perintis) bersama Gerakan Aksi Bersama Integrasi Penuntasan Anak Tidak Sekolah (Aksi Biru) masih menjadi program unggulan Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam meningkatkan kualitas sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar melalui upacara di Alun-Alun Lamongan, Sabtu (2/5/2026).
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi selaku inspektur upacara membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu'ti yang menyampaikan bahwa Hardiknas menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat pendidikan nasional.
Sejalan dengan arah kebijakan nasional dan Asta Cita Presiden RI, konsep pembelajaran mendalam atau deep learning disebut menjadi salah satu program prioritas dalam peningkatan mutu pendidikan. Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa kemajuan bangsa dimulai dari pendidikan, sementara kemajuan pendidikan dimulai dari ruang kelas.
Untuk mendukung keberhasilan pendidikan nasional, sejumlah kebijakan strategis terus diperkuat, mulai dari peningkatan kompetensi, kualifikasi, dan kesejahteraan guru melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), penguatan karakter peserta didik melalui lingkungan belajar yang aman dan inklusif, peningkatan kualitas pembelajaran berbasis numerasi dan STEM, hingga perluasan akses pendidikan melalui model sekolah satu atap yang lebih fleksibel.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lamongan, kami mengucapkan selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional. Momentum ini diharapkan semakin memperkokoh komitmen kita dalam memajukan pendidikan sebagai pondasi utama pembangunan sumber daya manusia,” tuturnya.
Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu juga menyampaikan bahwa Pemkab Lamongan terus menghadirkan program nyata melalui Program Perintis yang setiap tahunnya menjangkau lebih dari 7.598 penerima manfaat dari jenjang SD hingga S2.
Program tersebut turut diperkuat melalui inovasi Gardu Getar Desa (Gerakan Terpadu Gerobak Kesetaraan) yang telah menjangkau 2.276 warga belajar melalui pendidikan Paket A, B, dan C.
Selain itu, melalui Gerakan Aksi Biru Lamongan, jumlah anak tidak sekolah berhasil ditekan secara signifikan, dari 7.553 anak pada Juni 2025 menjadi 6.439 anak.
Capaian tersebut berdampak pada meningkatnya sejumlah indikator pendidikan di Lamongan pada 2025, di antaranya rata-rata lama sekolah mencapai 8,73 tahun, harapan lama sekolah 14,4 tahun, indeks pendidikan sebesar 0,861, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 76,80 atau berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur maupun nasional.
“Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kabupaten Lamongan berlangsung dengan penuh semangat dan kreativitas. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan disambut dengan antusias oleh seluruh elemen masyarakat. Ke depan, berbagai poin penting yang telah disampaikan akan terus kami tindak lanjuti, karena kemajuan bangsa ditentukan oleh kemajuan pendidikan yang dimulai dari ruang kelas,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Hariyanto mengatakan peringatan Hardiknas 2026 mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan Hardiknas di Lamongan meliputi upacara dan tasyakuran, pameran pendidikan pada 22–24 Mei 2026 di Lapangan Gajah Mada, Gebyar PAUD pada 30 Juni 2026, serta berbagai lomba pendidikan yang mengacu pada agenda nasional.
Sumber: Surabaya Pagi.com
