Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Angkutan Darat (DPD Organda) Jawa Timur memperkuat sinergi dan konektivitas transportasi guna mendukung distribusi barang dan jasa, sekaligus memperkuat kedaulatan pangan berkelanjutan di Jawa Timur.
Menurut Khofifah, sektor transportasi memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi daerah. Hal tersebut turut berkontribusi terhadap capaian pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I 2026 yang mencapai 5,96 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY), lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional.
“Angka ini tidak lepas dari peran strategis Organda Jawa Timur yang membangun koneksitas dari transportasi masyarakat barang dan jasa,” ujar Khofifah.
Ia berharap Organda dapat menyusun berbagai program dan proyek percontohan yang mampu memperlancar distribusi hasil pertanian, peternakan, hingga hortikultura dari produsen menuju konsumen maupun pasar induk.
Menurutnya, penguatan konektivitas distribusi akan menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan sekaligus kedaulatan pangan di Jawa Timur.
“Maka, saya rasa apa yang menjadi target Pak Presiden Prabowo mewujudkan ketahanan pangan nasional, Jawa Timur ini sesungguhnya sudah sampai pada tahapan mewujudkan kedaulatan pangan berkelanjutan,” ujarnya.
Khofifah menambahkan, dukungan transportasi yang lebih terintegrasi diyakini akan menjadi harapan baru dalam memperkuat sektor pangan dan distribusi di Jawa Timur.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus mendorong penguatan transportasi publik melalui pengembangan transportasi berbasis kereta dengan dukungan investasi dari sejumlah negara.
Di sektor pangan, Pemprov Jatim juga mengoptimalkan penggunaan alat dan mesin pertanian modern, termasuk combine harvester, untuk menekan kehilangan hasil panen dan meningkatkan produktivitas.
“Kalau kita bisa memproduksi 34 juta ton, maka sesungguhnya produksi kita akan bisa bertambah 10 persen. Berarti bertambah 3,4 juta ton. Itu tidak usah ekstensifikasi lahan, tidak usah intensifikasi lahan. Cukup dengan menggunakan alsintan yang modern," katanya.
Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Organda Jawa Timur atas kontribusinya dalam mendukung layanan transportasi publik, termasuk pada pelaksanaan program mudik gratis saat Lebaran.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Organda, Adrianto Djokosoetono menilai Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai lumbung pangan nasional sekaligus pemasok kebutuhan pangan untuk Pulau Jawa dan kawasan Indonesia Timur.
"Artinya saudara-saudara yang di DPD Organda Jatim ini harusnya partisipasi aktif juga, supaya hasil pangannya ini fresh, lebih baik. Karena ini challenge nasional. Bahwa angkutan logistik khususnya pangan ini belum tertata dengan baik,” katanya.
Ia berharap sistem transportasi pangan di Jawa Timur semakin baik sehingga potensi limbah distribusi dapat ditekan dan distribusi hasil pangan menjadi lebih efisien.
Sumber: ANTARA JATIM
https://jatim.antaranews.com/berita/1065243/khofifah-ajak-organda-jatim-perkuat-konektivitas-pangan