LAMONGAN - BupatiLamonganYuhronur Efendi pada Minggu (01/06/2025) melakukansidakpemantauanluapan air di BengawanJero, juga sekaligusmemonitoringpompaSluis Kuro dan Melik. Sebagaimanadiketahui, press release BMKG menyatakanbahwaterjadipeningkatancuacaekstrem di Jawa Timur, salah satunyaLamongan, dimanahaltersebutmengakibatkankemaraubasah (hujanlebat di musimkemarau) yang berdampak pada peningkatanluapan air, sehinggaBengawanJeromenjadisiagamerah (elevasi +0.53).
MenurutPlt. Kepala Dinas PU SumberDaya Air Erwin SulistyoPambudi, berbagaiupayapengendaliantelahdilakukanuntukmengurangiluapan air, diantaranyayaknipembersihanencenggondokmelaluikerjabakti dan GarpuSendok (Gerakan PerahuSikatEncengGondok), pembukaanmaksimal DAM Pembuang, DAM Tambakombo, DAM Wangen, DAM Bendungan, dan DAM Plosoboden, Pompa Kuro kondisi ON, pemantauan TMA Bengawan Solo secararutin, sertakoordinasiaktifseluruh stakeholder, SDA Provinsi, BBWS Bengawan Solo, PJT, IP3A, dan pemerintahkecamatanhinggadesa.
Ditambahkan juga bahwakondisipintu air bukabuang di Sluis Kuro, Wangen, Biden, Tambakombo, DAM Corong, Boden, Bendungan juga telahdimaksimalkan. Dibantudenganpenggunaan 2 unit pompalistrikkapasitas @ 500 liter/detik, 2 unit pompa submersible kapasitas @ 2000 liter/detik, dan 1 unit pompa mobile dengankapasitas 250 liter/detik.
"Semogacuacamembaik, dan initidaksampaimengakibatkanluapan yang berkepanjangan, apalagisampaibanjir. Kami terusmengupayakan yang terbaik," ucap Pak Yes.
Turutmendampingi Pak Yes saatberikanbantuansembakokepadawargaterdampakbanjir dan monitoring pompasluiskuro dan melik, Kadis PMD Lamongan, Joko Raharto yang juga sebagaiPlt. Kalaksa BPBD Lamongan.
Sumber Media : @prokopimkab.lamongan
Dokumentasi : @bpbd.lamongan