Mendes PDT Apresiasi Progres KDMP dan Bumdes Plosowahyu
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, mengapresiasi progres pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Plosowahyu, Kecamatan Lamongan, yang mampu bersinergi dengan produktif. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja di Lamongan, didampingi Wakil Mendes PDT Ahmad Riza Patria dan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Senin (22/12).
Menteri Yandri menegaskan KDMP dan Bumdes tak perlu dibenturkan. Sebaliknya, kedua unit tersebut harus disinergikan agar saling bahu membahu menguatkan ekonomi desa.
"Ini contoh praktik baik yang dilakukan Desa Plosowahyu, di mana Bumdes dan KDMP saling menguatkan, saling membesarkan. Ke depan, akan kami siapkan aturan agar dua unit usaha ini tidak tumpang tindih," ujarnya.
Pada kesempatan ini, Menteri Yandri meninjau peternakan kambing dan kolam lele yang dikelola Bumdes Bangkit Berdaya Desa Plosowahyu. Melihat prospeknya yang bagus, ia optimis ke depan Bumdes dan KDMP Plosowahyu mampu menyuplai kebutuhan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) dalam menyediakan makanan bergizi gratis (MBG).
Senada dengan itu, Bupati YES juga mendorong agar program prioritas Presiden RI di Lamongan, seperti KDMP dan MBG dapat dikolaborasikan demi kemajuan ekonomi di tingkat bawah. Bupati YES juga telah menginstruksikan seluruh ASN di Lamongan agar menjadi anggota KDKMP di domisili masing-masing.
Menyambut hal itu, Kepala Desa Plosowahyu menyampaikan bahwa ia berkomitmen untuk mensinergikan KDMP dan BUMDes dengan SPPG sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo. Lebih jauh, KDMP Plosowahyu pada 2026 akan melakukan diversifikasi unit usaha dengan menambah pendirian gerai obat pertanian, memanfaatkan lahan 4ha untuk pertanian, serta menjalin kemitraan dengan pabrik yang ada di desa Plosowahyu. (xcl)