DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA

LAMONGAN PERLUAS SOTH, NENEK HINGGA PENGASUH DILIBATKAN UNTUK TEKAN STUNTING

berita
Kamis, 14 Mei 2026
8x dilihat
Foto: LAMONGAN PERLUAS SOTH, NENEK HINGGA PENGASUH DILIBATKAN UNTUK TEKAN STUNTING

Pemerintah Kabupaten Lamongan memperluas cakupan peserta Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) dengan melibatkan tidak hanya ibu balita, tetapi juga nenek, bibi, hingga pengasuh anak. Langkah tersebut disampaikan dalam Wisuda SOTH Angkatan VII di Pendopo Lokatantra Lamongan, Rabu (13/5/2026), sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mempercepat penanganan stunting.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lamongan, dr. Aini Mas’idha, menjelaskan bahwa pola pengasuhan anak saat ini tidak selalu dilakukan oleh orang tua kandung, sehingga seluruh pihak yang terlibat dalam tumbuh kembang anak perlu mendapat penguatan kapasitas.

Menurutnya, orang-orang yang sehari-hari mendampingi balita memiliki peran penting dalam membentuk pola asuh serta perkembangan karakter anak.

“Peserta SOTH tidak hanya ibu dari balita, tetapi juga membuka peluang bagi bibi, nenek, pengasuh, atau siapapun yang sehari-harinya mengasuh balita,” ujar dr. Aini.

Ia menuturkan program SOTH memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesabaran, rasa percaya diri, dan kemampuan pengasuhan keluarga. Hal tersebut diperkuat melalui hasil penelitian Universitas Brawijaya terkait peningkatan parental self-efficacy peserta program.

Pada Wisuda SOTH Angkatan VII, sebanyak 285 peserta dinyatakan lulus. Mereka berasal dari enam kecamatan, yakni Sukorame, Kedungpring, Deket, Sambeng, Lamongan, dan Karangbinangun yang mencakup 13 desa di Kabupaten Lamongan.

DP3AKB berharap program tersebut terus berkembang dan dapat diadopsi lebih luas oleh berbagai kelompok masyarakat agar manfaatnya semakin dirasakan.

“Harapannya SOTH dapat menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan keluarga Lamongan yang tangguh, bahagia, dan Megilan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan bahwa program SOTH tidak hanya berfokus pada upaya menekan angka stunting, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga di tengah berbagai tantangan sosial.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menilai kualitas keluarga menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.

“SOTH ini tidak hanya menyelesaikan persoalan stunting, tetapi bagaimana masyarakat Lamongan memiliki ketahanan keluarga yang baik untuk menciptakan generasi mendatang,” kata Pak Yes.

Program SOTH menjadi salah satu strategi Pemkab Lamongan dalam memperkuat layanan keluarga berbasis edukasi masyarakat. Pemerintah daerah juga mencatat Lamongan berhasil meraih peringkat kedua terbaik penanganan stunting di Jawa Timur pada 2025.

Sumber: Radar Bangsa.co

https://radarbangsa.co.id/lamongan-gaspol-tekan-stunting-nenek-hingga-babysitter-diajak-masuk-soth/

Topik Terkait:

DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN LAMONGAN

  • Jl. Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur 62214
  • dinpmd@lamongankab.go.id
  • (0322) 321171
Logo Branding Lamongan
© 2026 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan