Dalam amanatnya, Pak Yes membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti. Beliau menekankan bahwa Hardiknas tahun ini merupakan momentum refleksi untuk meneguhkan kembali spirit pendidikan nasional melalui lima kebijakan strategis kementerian, antara lain, Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kesejahteraan Guru, Pembelajaran Mendalam & Karakter, Literasi dan Numerasi, serta Aksesibilitas Pendidikan.
Sejalan dengan kebijakan nasional, Pemerintah Kabupaten Lamongan terus melakukan langkah nyata melalui program Perintis yang memberikan beasiswa kepada lebih dari 7.598 penerima setiap tahunnya. Upaya ini diperkuat dengan inovasi Gardu Getar Desa (Gerakan Terpadu Gerebek Kesetaraan) yang telah menjangkau 2.276 warga belajar melalui layanan Paket A, B, dan C.
Selain itu, melalui program Gerakan Aksi Biru, Pemkab Lamongan berhasil menekan angka anak tidak sekolah secara signifikan, dari 7.553 anak pada Juni 2025 lalu menjadi 6.439 anak. Keberhasilan ini berdampak langsung pada tren positif Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan yang mencapai angka 76,81 pada tahun 2025.
"Peningkatan IPM ini didorong oleh rata-rata lama sekolah yang kini mencapai 8,73 tahun, harapan lama sekolah 14,4 tahun, dan indeks pendidikan 0,681. Prestasi ini juga tercermin dari 9 sekolah yang meraih predikat Adiwiyata serta 318 siswa yang berhasil mengukir prestasi di tingkat nasional hingga internasional," ujar Pak Yes.
Sebagai bentuk komitmen infrastruktur, Pemkab Lamongan juga telah melakukan revitalisasi sarana pendidikan yang mencakup 4 TK, 23 SD, dan 20 SMP di seluruh wilayah kabupaten Lamongan.
"Menyongsong peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457 yang mengusung tema "Tumbuh Bersama Mewujudkan Ketangguhan Pangan dan Sosial", menjadikan sektor pendidikan merupakan pondasi utama dalam menciptakan SDM yang unggul untuk mendukung ketangguhan sosial dan ekonomi Lamongan di masa depan," pungkasnya.
Sumber: Akun Instagram resmi Prokopim Kab. Lamongan berikut.