Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Andi Nur Alamsyah, bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi melakukan monitoring pompanisasi di Waduk Delikguno, Desa Pengumbulanadi, Kecamatan Tikung, Lamongan.
Selain itu, dilakukan pula peninjauan penempatan, penyerahan, hingga uji coba alat dan mesin pertanian (alsintan). Seluruh proses berjalan lancar sebagai bagian dari langkah mitigasi menghadapi ancaman El Nino.
Dirjen Andi menyampaikan keyakinannya bahwa petani Lamongan tetap mampu berproduksi berkat kesiapan yang dilakukan sejak awal.
"El Nino itu ada, tapi petani Lamongan tetap optimis akan menanam dan terus berproduksi dengan mitigasi sejak dini. Sumber daya telah dimaksimalkan, petani antusias, pupuk dan alsintan tersedia, serta ketersediaan air juga dipastikan. Waduk dan Sungai Bengawan Solo akan dioptimalkan melalui pemasangan pompa, sehingga pertanaman yang ada tetap terjaga dan yang akan tanam bisa berjalan," ungkapnya.
Ia menjelaskan, dari total 95 ribu hektare luas baku sawah di Lamongan, sekitar 53 ribu hektare masih bergantung pada hujan. Kondisi ini membuat kebutuhan irigasi, khususnya pompanisasi, menjadi sangat penting, terutama untuk lahan yang berada di dataran lebih tinggi.
Sebagai dukungan, pemerintah menyiapkan berbagai sarana pengairan, di antaranya pompa 4 inci sebanyak 100 unit, pompa 6 inci 100 unit, pompa 3 inci 70 unit, 200 unit irigasi perpompaan, sekitar 70 unit irigasi perpipaan, serta 50 bangunan konservasi guna meningkatkan produksi pertanian.
"Mudah-mudahan pendapatan petani kita, kesejahteraan petani di Lamongan meningkat, dan swasembada bisa kita pertahankan sehingga tidak ada lagi lahan yang terdampak karena El Nino. Karena sekitar 80 km lahan yang ada di Lamongan ini dilalui oleh Sungai Bengawan Solo, harus kita manfaatkan, kita maksimalkan, yang awalnya luas area irigasinya sekitar 257 hektar, hari ini kita tambah 200 hektar dari waduk yang selama ini airnya belum dioptimalkan untuk petani yang tadah hujan tadi," imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Yuhronur Efendi menegaskan bahwa langkah tersebut sejalan dengan komitmen Lamongan dalam mendukung swasembada pangan.
"Mudah-mudahan target luas tambah tanam bisa tercapai dan yang lebih penting lagi terjadi peningkatan tadi dari indeks pertanaman atau IP bisa meningkat dari 2,1 mudah-mudahan bisa 2,5 dengan memaksimalkan potensi yang ada, waduk-waduk yang selama ini kita selalu memanfaatkan secara optimal terlebih dalam menghadapi El Nino. Mudah-mudahan upaya dan ikhtiar dari dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucapnya.
Sumber: Memorandum.Disway.id