Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Lamongan mencatat progres tertinggi di Jawa Timur dalam tiga minggu terakhir. Capaian tersebut disampaikan Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita saat meninjau langsung pembangunan KDMP di Kecamatan Ngimbang.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Panglima TNI didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi. Pak Yes melaporkan bahwa saat ini terdapat 100 KDMP yang telah beroperasi di Kabupaten Lamongan. Selain itu, sebanyak 39 KDMP masih dalam tahap pembangunan.
Tak hanya itu, sebanyak 402 KDMP di Lamongan juga telah terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes), dengan 155 KDMP telah melakukan input lokasi pembangunan gerai.
“Pada hari ini, Kabupaten menerima kunjungan dari Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tandyo Budi Revita untuk meninjau progres KDMP. Progres KDMP Lamongan menjadi unggul di Jawa Timur dalam tiga minggu terakhir,” ujar Pak Yes.
Menurutnya, keberadaan KDMP bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjadi pusat kegiatan multifungsi berbasis gotong royong.
Program tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan KDMP.
“Pemkab Lamongan terus berkomitmen menghadirkan fungsi KDMP seperti yang dimaksud Pak Presiden Prabowo, yakni menguatkan kemandirian desa dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita mengapresiasi capaian pembangunan KDMP di Kabupaten Lamongan. Ia menyebut Lamongan menjadi salah satu daerah dengan progres pembangunan terbaik bersama Kabupaten Bojonegoro.
“Kunjungan hari ini adalah ke wilayah yang paling tinggi progres pembangunan KDMP, yakni Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Bojonegoro. Kerja keras Kabupaten Lamongan luar biasa dan harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, target penyelesaian pembangunan fisik KDMP dijadwalkan tuntas pada Januari hingga Februari 2026, sedangkan operasional penuh direncanakan mulai berjalan pada Maret 2026.
Sumber: Detik.com Jatim
