Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meminta Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Lamongan semakin memperkuat peran koperasi sebagai salah satu penyangga ekonomi daerah setelah pengukuhan pengurus masa bakti 2025–2030.
“Pengukuhan ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat koperasi agar memiliki kekuatan ekonomi yang lebih besar di Lamongan,” ujar Yuhronur di Lamongan, Jawa Timur, Senin.
Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Lamongan saat ini telah membentuk 474 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dipersiapkan sebagai penggerak perekonomian desa.
Menurutnya, pembangunan KDKMP di Lamongan terus mengalami perkembangan. Sebanyak 132 koperasi telah selesai 100 persen, sementara lainnya masih dalam tahap pengembangan dan penguatan kelembagaan.
Yuhronur optimistis kepengurusan baru Dekopinda di bawah kepemimpinan Raden Imam Mukhlisin mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis koperasi di Lamongan.
“Ini merupakan potensi besar yang harus dikelola dengan baik agar dapat memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Program KDKMP merupakan gagasan Presiden RI Prabowo Subianto untuk membentuk puluhan ribu koperasi di tingkat desa dan kelurahan guna memperkuat ekonomi masyarakat berbasis gotong royong sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur Slamet Sutanto menyebut Dekopinda memiliki peran penting sebagai wadah gerakan koperasi dalam menampung dan memperjuangkan aspirasi anggota.
Ia menegaskan terdapat tiga hal utama yang perlu diperkuat, yakni menampung dan memperjuangkan persoalan koperasi, membangun reputasi kelembagaan, serta memperluas jejaring kerja sama.
Pengurus Dekopinda Lamongan masa bakti 2025–2030 sendiri dikukuhkan oleh Dekopinwil Jawa Timur dalam acara yang berlangsung di Pendopo Lokatantra.
Melalui pengukuhan tersebut, Dekopinda diharapkan mampu mengonsolidasikan gerakan koperasi di Lamongan sekaligus memperkuat sinergi dengan program KDKMP agar berjalan efektif, berkelanjutan, dan memberi dampak bagi masyarakat.
Sumber: ANTARA JATIM
