DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA

KDKMP JATIM CAPAI 8.494 KOPERASI, BAPPEDA: OPERASIONAL MASIH BERJALAN BERTAHAP

berita
Senin, 04 Mei 2026
88x dilihat
Foto: KDKMP JATIM CAPAI 8.494 KOPERASI, BAPPEDA: OPERASIONAL MASIH BERJALAN BERTAHAP

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mengakui bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah mencapai capaian besar dari sisi pembentukan, namun pelaksanaan operasionalnya masih berjalan secara bertahap.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bappeda Jawa Timur Andrio Himawan Wahyu Aji dalam keterangannya bersama media, dengan melibatkan Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur yang diwakili oleh Aisyah.

Andrio menjelaskan bahwa secara kelembagaan, pembentukan KDKMP di Jawa Timur telah mencapai target penuh. “Sebanyak 8.494 KDKMP sudah terbentuk, terdiri dari 7.721 Koperasi Desa Merah Putih dan 773 Koperasi Kelurahan Merah Putih. Ini menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan capaian tercepat secara nasional,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Meski demikian, ia mengakui bahwa tidak semua koperasi tersebut sudah aktif beroperasi. Hingga 8 April 2026, baru 1.072 KDKMP yang berjalan dengan total 1.371 gerai usaha. Kondisi ini dipengaruhi penyesuaian kebijakan setelah terbitnya Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 yang menekankan percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan koperasi.

“Fokus saat ini adalah pembangunan gerai. Tercatat 1.170 titik sudah selesai dan 1.982 lainnya masih dalam proses pembangunan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa program KDKMP masih berada pada tahap awal hingga menengah, meskipun jumlah anggota koperasi meningkat signifikan dari 6.095 menjadi 158.974 anggota. Dari koperasi yang sudah berjalan, 683 unit bergerak di sektor gerai sembako, sementara lainnya mengembangkan berbagai jenis usaha.

Dari sisi dampak, Andrio menyebut sejumlah koperasi telah menunjukkan hasil nyata. Salah satunya KDMP Sidomulyo di Kabupaten Jember yang berhasil mengekspor 16 ton kopi ke Brunei, Singapura, dan Hong Kong secara langsung.

Selain itu, KDMP Rengel di Kabupaten Tuban mengalami peningkatan pendapatan melalui konsep ekonomi sirkular desa, dan KDMP Pucangan juga menunjukkan perkembangan usaha yang positif.

Perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur Aisyah menambahkan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi fokus utama keberlanjutan program. “Sebanyak 16.167 pengurus koperasi telah mendapatkan pelatihan. Ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan koperasi di daerah,” ujarnya.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan seperti keterbatasan SDM, infrastruktur, dan akses pasar. Beberapa daerah seperti Kabupaten Bangkalan juga masih menunjukkan progres yang relatif lambat.

Dari sisi pembiayaan, program ini masih didominasi APBD dan APBN, sementara keterlibatan sektor swasta masih terbatas pada kemitraan distribusi dan pendampingan. Ke depan, KDKMP juga akan diintegrasikan dengan program OPOP dan desa wisata untuk memperluas dampak ekonomi.

Menghadapi ketidakpastian ekonomi global, Andrio menegaskan pentingnya penguatan ekosistem koperasi agar lebih adaptif. Ia menargetkan sekitar 80 persen KDKMP dapat melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada 2026 sebagai indikator koperasi yang aktif dan sehat.

Untuk itu, pemerintah memperkuat sinergi lintas sektor melalui Tim Satgas Percepatan Pembentukan KDKMP Jawa Timur.

“Harapannya, KDKMP tidak hanya berhenti pada pembentukan, tetapi benar-benar menjadi penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan dan berdampak nyata,” pungkasnya.

Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur

https://kominfo.jatimprov.go.id/berita/kdkmp-jatim-capai-8-494-koperasi-bappeda-akui-operasional-masih-bertahap

Topik Terkait:

DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN LAMONGAN

  • Jl. Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur 62214
  • dinpmd@lamongankab.go.id
  • (0322) 321171
Logo Branding Lamongan
© 2026 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan