Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Jawa Timur berlangsung meriah dengan dihadiri ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja serta jajaran Forkopimda Jawa Timur.
Kegiatan diawali dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur sekaligus menjadi momentum penguatan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa peringatan May Day bukan hanya seremoni tahunan, tetapi juga wujud penguatan sinergi antara pemerintah dan kalangan pekerja. “Terima kasih. Peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026 ini mudah-mudahan menjadi momentum untuk memperkuat seluruh potensi yang dimiliki para pekerja di Jawa Timur,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyampaikan telah tercapai kesepakatan bersama antara pemerintah dan perwakilan buruh untuk mengawal sejumlah kebijakan strategis, termasuk percepatan pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang jaminan pesangon bersama DPRD Jawa Timur.
“Saya ingin menyampaikan bahwa telah ada kesepakatan yang kita tandatangani bersama. Perwakilan buruh juga telah membubuhkan tanda tangan, sebagai komitmen bahwa kita akan bersama-sama mengawal pembahasan Perda tentang jaminan pesangon agar segera dibahas dan diselesaikan bersama DPRD Provinsi Jawa Timur,” tegasnya.
Pemprov Jawa Timur juga memberikan perhatian terhadap beban ekonomi pekerja melalui kebijakan diskon Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar 20 persen.
Selain itu, perhatian terhadap masa depan anak-anak buruh juga menjadi fokus pemerintah daerah. Khofifah berharap generasi dari keluarga pekerja dapat memperoleh akses pendidikan yang lebih luas hingga mampu meraih cita-cita di berbagai bidang. “Mudah-mudahan mereka bisa menjadi dokter, pengusaha sukses, hingga pemimpin di berbagai bidang. Bahkan, bisa menjadi jenderal di TNI maupun Polri,” ungkapnya.
Gubernur juga mengapresiasi peran Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur yang tetap memperjuangkan hak pekerja, khususnya terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) di sejumlah perusahaan yang sempat mengalami kendala.
Pemprov Jatim pun telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan, termasuk penyediaan perumahan bagi pekerja. Dalam waktu dekat, Menteri Perumahan dijadwalkan berkunjung ke Jawa Timur untuk membahas langkah konkret terkait kebutuhan tersebut. “Ini menjadi kesempatan penting bagi kita semua untuk duduk bersama, menyelaraskan kebutuhan, dan mencari solusi konkret, khususnya terkait penyediaan perumahan bagi para pekerja,” tambahnya.
Pada peringatan May Day 2026 ini, Khofifah juga mengumumkan sembilan aspirasi buruh yang telah diakomodasi pemerintah daerah, di antaranya diskon pajak kendaraan bermotor 20 persen, percepatan perda jaminan pesangon, pembentukan Satgas Pencegahan PHK, kemudahan akses pendidikan anak buruh, hingga perluasan layanan Trans Jatim ke kawasan industri Pasuruan.
Selain kebijakan tersebut, Pemprov Jawa Timur juga menyerahkan berbagai santunan kepada pekerja berupa jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun, serta bantuan beasiswa pendidikan.
Di sisi lain, Khofifah menekankan pentingnya perlindungan tenaga kerja melalui jaminan sosial dan meminta seluruh perusahaan memastikan pekerjanya terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. “Kami mengajak seluruh pihak, termasuk dunia usaha, untuk memastikan bahwa hak-hak dasar pekerja dapat dipenuhi secara optimal, sehingga para buruh dapat bekerja dengan rasa aman dan terlindungi,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh buruh dan serikat pekerja atas kontribusinya dalam pembangunan daerah. “Terima kasih atas dedikasi panjenengan semua. Semoga seluruh pekerja di Jawa Timur senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan,” pungkasnya.
Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur
https://kominfo.jatimprov.go.id/berita/may-day-2026-gubernur-jatim-penuhi-sembilan-aspirasi-buruh
