DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA

PEMKAB LAMONGAN PERKUAT IRIGASI DAN LTT HADAPI POTENSI KEKERINGAN 2026

berita
Minggu, 03 Mei 2026
32x dilihat
Foto: PEMKAB LAMONGAN PERKUAT IRIGASI DAN LTT HADAPI POTENSI KEKERINGAN 2026

Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat luas tambah tanam (LTT) dan keandalan jaringan irigasi sebagai langkah strategis menghadapi potensi musim kemarau panjang pada 2026 guna menjaga stabilitas produksi pangan daerah.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai upaya antisipasi melalui penguatan infrastruktur pengairan dan percepatan pola tanam di sektor pertanian.

“Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen mengantisipasi dampak musim kemarau melalui optimalisasi jaringan irigasi, penyediaan sarana pendukung pengairan seperti pompa air dan waduk, normalisasi sungai, serta penguatan koordinasi lintas sektor,” katanya di Lamongan, Jawa Timur, Selasa.

Ia menjelaskan langkah tersebut penting dilakukan untuk menjaga produktivitas pertanian Lamongan yang selama ini menjadi salah satu lumbung pangan nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi Lamongan pada 2025 mencapai sekitar 1,08 juta ton gabah kering panen (GKP) dengan luas panen 153,38 ribu hektare atau mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Selain itu, realisasi luas tambah tanam (LTT) pada 2025 juga tercatat mencapai 192 ribu hektare atau melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Menurut Yuhronur, capaian tersebut menjadi modal penting bagi Lamongan untuk mempertahankan produktivitas pertanian di tengah ancaman kemarau panjang, mengingat sebagian wilayah pertanian masih bergantung pada sistem tadah hujan.

Ia menegaskan kesiapsiagaan sejak dini menjadi faktor utama dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

“Dengan penguatan irigasi dan sinergi lintas sektor, kami optimistis target produksi pertanian pada tahun 2026 tetap terjaga dan Lamongan terus berkontribusi sebagai lumbung pangan nasional,” katanya.

Sebelumnya, Pemkab Lamongan turut mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi dan Mitigasi Kemarau 2026 di Kantor Kementerian Pertanian RI, Jakarta Selatan, Senin (20/4).

Dalam rakornas tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung lebih panjang dengan risiko kekeringan yang meningkat.

Berdasarkan data BMKG, peluang terjadinya fenomena El Nino pada semester II 2026 mencapai 70–90 persen yang berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Kondisi itu diperkirakan dapat memicu defisit air dan menurunkan luas tambah tanam, khususnya di daerah pertanian berbasis tadah hujan.

Sebagai langkah antisipasi nasional, pemerintah pusat menyiapkan dukungan distribusi pompa air untuk pengairan hingga satu juta hektare lahan pertanian.

Sumber: ANTARA JATIM

https://jatim.antaranews.com/berita/1059241/pemkab-lamongan-jaga-ltt-dan-irigasi-hadapi-kekeringan-2026

Topik Terkait:

DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN LAMONGAN

  • Jl. Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur 62214
  • dinpmd@lamongankab.go.id
  • (0322) 321171
Logo Branding Lamongan
© 2026 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan