Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lamongan dan TNI terus diperkuat menjelang peluncuran 90 titik Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Lamongan. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Pendopo Lokatantra, Jumat (08/05/2026).
Rakor dihadiri Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, Sekretaris Daerah, jajaran kepala dinas terkait, Danramil, Babinsa, hingga para kepala desa dari wilayah sasaran program KDKMP.
Dalam sambutannya, Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes menegaskan bahwa pengembangan KDKMP membutuhkan kerja sama seluruh elemen agar dapat berjalan optimal.
"Ini adalah kerja besar yang tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian. Dibutuhkan peran aktif TNI, Kepala Desa, dan seluruh lapisan masyarakat. KDKMP harus lahir dari desa, dikelola oleh desa, dan sepenuhnya untuk kesejahteraan warga desa," tegas Pak Yes.
Senada dengan hal itu, Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo menegaskan kesiapan Kodim untuk mendampingi pelaksanaan program hingga tingkat desa. Menurutnya, peran Babinsa menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan efektif.
"Babinsa kami memahami seluk-beluk potensi dan kendala di desa. Kami siap mendampingi prosesnya secara total, mulai dari aspek legalitas hingga operasional koperasi, agar manfaatnya benar-benar dirasakan nyata oleh rakyat," ujarnya.
Dalam rakor tersebut, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) memaparkan bahwa 90 titik KDKMP akan dikembangkan dengan mengoptimalkan potensi unggulan desa, mulai sektor pertanian, perikanan, produk UMKM lokal, hingga pengembangan wisata desa.
Sementara itu, Dinas Koperasi memastikan pengembangan KDKMP tidak berhenti pada tahap peluncuran. Pemerintah juga menyiapkan pendampingan manajemen, akses permodalan, serta perluasan jaringan pemasaran bagi koperasi yang terbentuk.
Suasana rapat berlangsung interaktif saat para kepala desa menyampaikan sejumlah tantangan, terutama terkait sumber daya manusia dan administrasi. Berbagai masukan tersebut langsung direspons oleh tim teknis dengan solusi yang disiapkan.
Perwakilan Babinsa turut membagikan pengalaman pendampingan kelompok tani yang dinilai dapat menjadi model pengembangan koperasi desa.
"Kuncinya adalah gotong royong. Jika Kades, Babinsa, dan warga kompak, koperasi ini pasti tumbuh pesat. TNI siap mengawal hingga ke meja produksi warga," ungkap Kapten Kav Sumaji yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Rapat ditutup dengan kesepakatan pembentukan tim kecil di masing-masing kecamatan untuk mempercepat persiapan teknis. Peluncuran 90 titik KDKMP di Lamongan direncanakan berlangsung serentak sebagai bagian dari program nasional 1.000 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di Indonesia.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan TNI, Lamongan optimistis dapat menjadi salah satu daerah percontohan dalam penguatan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi.
Sumber: Radar CNN Online
https://www.radarcnnonline.com/2026/05/sinergi-tni-pemkab-lamongan-menuju.html
