DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA

NELAYAN LAMONGAN TETAP MELAUT, STOK BBM DIKLAIM AMAN MESKI HARGA SOLAR NAIK

berita
Selasa, 05 Mei 2026
64x dilihat
Foto: NELAYAN LAMONGAN TETAP MELAUT, STOK BBM DIKLAIM AMAN MESKI HARGA SOLAR NAIK

Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar untuk kebutuhan nelayan di Kabupaten Lamongan, dipastikan masih dalam kondisi aman. Meskipun terjadi penyesuaian harga, aktivitas para nelayan di wilayah pesisir disebut tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti.

Sejumlah nelayan di kawasan pesisir seperti Brondong, Paciran, Weru, hingga Sedayu mengaku pasokan solar masih mudah diperoleh. Distribusi BBM melalui SPBU maupun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) juga berjalan lancar tanpa antrean panjang.

“Kalau untuk stok masih aman, tidak ada kelangkaan. Kami masih bisa melaut seperti biasa,” ujar Jamal, nelayan asal Blimbing, Selasa (5/5/2026).

Meski stok terjaga, para nelayan mengakui kenaikan harga solar tetap memberi dampak terhadap biaya operasional. Pengeluaran bahan bakar kini menjadi lebih besar, khususnya bagi kapal berukuran menengah hingga besar yang membutuhkan konsumsi BBM lebih banyak.

Namun demikian, kondisi tersebut belum memengaruhi aktivitas mereka di laut. Nelayan tetap memilih berangkat melaut demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Kenaikan harga pasti terasa, tapi kami tetap melaut. Kalau tidak melaut, tidak ada pemasukan,” tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan nelayan di wilayah Paciran. Mereka menyebut kenaikan biaya operasional masih dapat disiasati melalui pengaturan pola melaut yang lebih efisien, seperti mengurangi jarak tempuh atau menyesuaikan waktu berlayar.

Di sisi lain, pemerintah daerah melalui dinas terkait terus melakukan pemantauan distribusi BBM bagi nelayan. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan tidak terjadi penyimpangan maupun kelangkaan yang dapat mengganggu aktivitas sektor perikanan tangkap di Lamongan.

Koordinasi dengan pihak penyedia BBM juga terus diperkuat agar ketersediaan pasokan di wilayah pesisir tetap stabil, terutama di kawasan sentra nelayan.

Masyarakat nelayan juga berharap distribusi BBM bersubsidi dapat diawasi secara ketat agar tepat sasaran.

“Kami berharap pemerintah bisa terus mengawasi distribusi BBM agar nelayan benar-benar mendapatkan solar dengan harga yang sesuai. Jangan sampai ada penyimpangan di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan Bidang Lingkungan, Mukhlisin Amar menegaskan secara umum kondisi nelayan Lamongan masih relatif stabil. Hingga saat ini belum ditemukan nelayan yang berhenti melaut akibat kenaikan harga solar.

Menurut Mukhlisin, pasokan BBM di Lamongan juga masih aman karena mayoritas nelayan menggunakan BBM subsidi, baik jenis solar maupun bensin.

“Beda dengan nelayan Juana Jawa Tengah,” katanya.

Ia menjelaskan sebagian besar armada nelayan Lamongan menggunakan kapal di bawah 30 GT yang masih diperbolehkan menggunakan BBM bersubsidi. Sementara sebagian nelayan kecil lainnya juga mulai memanfaatkan konversi bahan bakar ke LPG.

Dengan pasokan yang tetap terjaga dan aktivitas melaut yang berjalan normal, sektor perikanan tangkap di Lamongan diharapkan tetap produktif dan terus menopang perekonomian masyarakat pesisir.

Sumber: Tribun Jatim

https://jatim.tribunnews.com/jatim/543471/nelayan-di-lamongan-masih-bisa-melaut-stok-bbm-diklaim-masih-aman-tidak-ada-kelangkaan?page=2

Topik Terkait:

DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN LAMONGAN

  • Jl. Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur 62214
  • dinpmd@lamongankab.go.id
  • (0322) 321171
Logo Branding Lamongan
© 2026 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan