Proyek penggantian struktur Jembatan Kesambi di Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan resmi mulai dikerjakan. Jembatan yang berada di jalur nasional Babat–Lamongan tersebut ditargetkan selesai dalam kurun waktu sekitar tujuh bulan sebagai bagian dari peningkatan infrastruktur jalan nasional.
Sejak dimulainya pengerjaan pada 10 April 2026, arus lalu lintas di ruas nasional Babat-Lamongan kilometer 60 mengalami penyesuaian. Meski demikian, akses kendaraan dari dua arah masih tetap dibuka melalui dua ruas jalan di sisi selatan jembatan.
Pembangunan Jembatan Kesambi dilakukan bersamaan dengan pekerjaan rekonstruksi jalan pendekat di wilayah Kecamatan Pucuk. Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas jalur penghubung utama Lamongan dengan wilayah barat Jawa Timur.
Kasat Lantas Polres Lamongan, I Made Jata Wiranegara melalui Kasi Humas Polres Lamongan, M Hamzaid menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas dilakukan agar pembangunan dapat berjalan tanpa menutup total jalur kendaraan.
“Kendaraan dari arah timur dan barat tetap bisa melintas melalui dua ruas jalan di sisi selatan, dan perbaikan jalan yang diperkirakan memakan waktu hingga delapan bulan,” ujar Hamzaid kepada TribunJatim.com, Jumat (8/5/2026).
Dengan skema tersebut, kendaraan dari arah Babat maupun Lamongan tetap dapat melintas secara bersamaan tanpa sistem buka-tutup satu jalur. Selama pelaksanaannya, kondisi lalu lintas disebut masih berjalan relatif lancar meski petugas tetap melakukan pemantauan secara berkala di lapangan.
Saat ini proses pengerjaan difokuskan pada sisi utara jembatan, sementara sebagian badan jembatan masih dimanfaatkan untuk akses kendaraan. Kondisi tersebut membuat pengguna jalan diminta lebih berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat melintas di sekitar area proyek.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar mematuhi rambu-rambu sementara dan mengikuti arahan petugas guna menghindari kepadatan maupun risiko kecelakaan.
“Selama pengerjaan berlangsung pengendara wajib mengurangi kecepatan. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi rambu dan petunjuk petugas demi keselamatan bersama,” lanjutnya.
Pembangunan Jembatan Kesambi dinilai cukup penting karena jalur Babat-Lamongan merupakan salah satu akses vital yang setiap hari dilalui kendaraan pribadi, angkutan logistik, hingga bus antarkota. Penurunan kondisi jembatan dikhawatirkan dapat mengganggu mobilitas masyarakat dan distribusi barang di kawasan tersebut.
Masyarakat pun berharap proyek ini dapat selesai sesuai target sehingga dampak rekayasa lalu lintas tidak berlangsung terlalu lama. Hingga pengerjaan diperkirakan selesai pada November 2026 mendatang, petugas kepolisian bersama instansi terkait akan terus melakukan pengawasan agar arus kendaraan tetap berjalan aman dan terkendali.
Sumber: Tribun Jatim
