Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) serta bantuan Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP) Putri Jawara kepada buruh dan perempuan di Surabaya.
Khofifah menyampaikan, momentum peringatan Hari Kartini menjadi waktu yang tepat untuk memberikan apresiasi kepada perempuan yang memiliki peran besar dalam mendukung pertumbuhan industri dan perekonomian di Jawa Timur.
"Peringatan Hari Kartini menjadi momen tepat untuk memberikan apresiasi kepada kaum perempuan yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan industri dan ekonomi di Jatim," ujarnya.
Dalam program tersebut, sebanyak 315 buruh pabrik rokok PT Gelora Djaja Surabaya menerima bantuan BLT DBHCHT masing-masing sebesar Rp1 juta. Selain itu, sebanyak 300 perempuan juga memperoleh bantuan modal usaha melalui Program KIP Perempuan Tangguh Mandiri Jawa Timur Sejahtera (Putri Jawara) senilai Rp3 juta per orang.
Khofifah menegaskan bahwa program DBHCHT merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar manfaat dana cukai dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pekerja di sektor industri hasil tembakau.
"Melalui dua program DBHCHT dan KIP Putri Jawara, peringatan Hari Kartini menghadirkan upaya nyata dalam memperkuat peran dan kemandirian perempuan di bidang ekonomi, baik sebagai pekerja maupun sebagai pelaku usaha," katanya.
Secara keseluruhan pada tahun 2026, program DBHCHT di Jawa Timur menjangkau 10.324 buruh rokok dari 65 perusahaan yang tersebar di 25 kabupaten/kota dengan total anggaran mencapai Rp10,324 miliar. Sementara untuk Kota Surabaya, sebanyak 3.841 buruh menerima bantuan senilai Rp3,841 miliar.
Selain itu, Khofifah menambahkan Program KIP Putri Jawara yang diluncurkan sejak Hari Kartini 2025 telah menjangkau 10.492 perempuan pencari nafkah utama di Jawa Timur sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi melalui usaha produktif yang berkelanjutan.
Sumber: ANTARA JATIM
