DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA

KHOFIFAH BANGGA, SERAPAN LULUSAN SMK JATIM TEMBUS 91,46 PERSEN LEWAT PROGRAM BMW

berita
Senin, 11 Mei 2026
8x dilihat
Foto: KHOFIFAH BANGGA, SERAPAN LULUSAN SMK JATIM TEMBUS 91,46 PERSEN LEWAT PROGRAM BMW

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan kebanggaannya atas tingginya tingkat keterserapan lulusan SMK di Jawa Timur yang mencapai 91,46 persen. Capaian tersebut didorong melalui program Bekerja, Melanjutkan, dan Wirausaha (BMW), yang diperkuat dengan sertifikasi kompetensi serta praktik industri.

“Alhamdulillah, capaian ini menunjukkan bahwa keterserapan lulusan SMK Jawa Timur terus meningkat. Ini menjadi indikator bahwa penguatan link and match antara sekolah dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) berjalan semakin efektif,” ujar Khofifah di Surabaya, Senin.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sebanyak 195.429 lulusan dari total 221.174 lulusan SMK di Jawa Timur telah mengikuti program BMW. Dari jumlah tersebut, 55,83 persen bekerja, 20,79 persen memilih berwirausaha, dan 14,84 persen melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Sementara itu, sekitar 7,05 persen lainnya mengikuti pelatihan, kursus, mengurus rumah tangga, atau mempersiapkan studi lanjutan. Angka pengangguran lulusan SMK di Jawa Timur juga tercatat cukup rendah, yakni 1,49 persen.

Khofifah menilai kebutuhan industri saat ini berkembang sangat cepat sehingga dunia pendidikan vokasi dituntut lebih adaptif terhadap perubahan. Menurutnya, sektor industri kini lebih menekankan kemampuan nyata dibanding sekadar ijazah.

“Kebutuhan kompetensi industri berkembang sangat cepat. Karena itu, sektor pendidikan vokasi harus adaptif dan responsif terhadap perubahan kebutuhan dunia kerja,” katanya.

Ia menambahkan, tren industri saat ini mengarah pada rekrutmen berbasis keterampilan. Karena itu, pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi siswa SMK perlu terus diperbanyak.

“Sektor industri progresif saat ini bergeser ke rekrutmen berbasis skill atau kemampuan nyata, bukan sekadar ijazah. Memperbanyak latihan dan sertifikasi akan membantu siswa SMK Jatim masuk ke DUDI dengan persaingan yang cukup ketat,” ujarnya.

Pemprov Jawa Timur juga terus memperkuat program Teaching Factory di seluruh SMK negeri dan swasta. Saat ini terdapat 298 SMK negeri dan 1.860 SMK swasta di Jawa Timur yang diwajibkan memiliki Teaching Factory pada setiap jurusan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyebut berbagai penguatan juga dilakukan melalui BLUD, uji sertifikasi kompetensi, sertifikasi gratis LSK berstandar KKNI, Bursa Kerja Khusus (BKK), hingga kerja sama dengan dunia usaha dan industri.

“Program-program tersebut merupakan upaya meningkatkan keterserapan lulusan sesuai kebutuhan industri, baik di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

Sumber: ANTARA JATIM

https://jatim.antaranews.com/berita/1064891/khofifah-bangga-serapan-lulusan-smk-jatim-tembus-9146-persen

Topik Terkait:

DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN LAMONGAN

  • Jl. Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur 62214
  • dinpmd@lamongankab.go.id
  • (0322) 321171
Logo Branding Lamongan
© 2026 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan