KEMENDES GANDENG MUSLIMAT NU UNTUK PERKUAT PEMBANGUNAN DESA INKLUSIF
berita
Senin, 04 Mei 2026
20x dilihat
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menjalin kerja sama strategis dengan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) guna mendorong pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya, Jawa Timur.
Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto menilai sinergi tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat pembangunan desa berbasis pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan.
"Sinergi antara Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bersama Muslimat NU adalah jembatan yang kokoh untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Yandri.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan memiliki peran besar dalam pembangunan sosial dan ekonomi desa. Selain berdampak pada peningkatan kapasitas perempuan, langkah tersebut juga dinilai mampu mendorong kesejahteraan keluarga secara menyeluruh, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga peningkatan taraf ekonomi masyarakat.
Yandri juga menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam pembangunan desa harus tetap berpijak pada nilai dan budaya lokal yang telah berkembang di masyarakat. Pemerintah desa juga diharapkan mampu mengakomodasi seluruh kepentingan warga tanpa diskriminasi maupun marginalisasi berbasis gender.
Ia menegaskan, perempuan bukan sekadar pelengkap dalam pembangunan, tetapi memiliki peran penting dalam menciptakan desa yang lebih maju dan mandiri.
"Desa membutuhkan perhatian utama bagi kita semua dalam meningkatkan kualitas ekonomi desa, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, melalui MoU ini, kita berharap dapat bersama-sama membangun desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera," pungkas Yandri.