DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA

KHOFIFAH PACU PERCEPATAN TANAM PADI, PRODUKSI JATIM DITAGET NAIK 5 PERSEN

berita
Jumat, 08 Mei 2026
5x dilihat
Foto: KHOFIFAH PACU PERCEPATAN TANAM PADI, PRODUKSI JATIM DITAGET NAIK 5 PERSEN

Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong percepatan masa tanam padi di sejumlah daerah setelah panen raya guna memperkuat produksi pangan nasional.

Langkah percepatan tanam tersebut dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Desa Gading, Kabupaten Madiun, Jumat (8/5/2026).

Program ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan produksi padi Jawa Timur dengan target kenaikan sekitar 5 persen pada Semester I Tahun 2026.

Khofifah menjelaskan, percepatan masa tanam menjadi strategi Jawa Timur untuk menjaga surplus beras di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika global yang terus berkembang.

“Tidak sekadar bagaimana memaksimalkan produksi padi dan beras di Jawa Timur, tapi juga bagaimana Indonesia bisa mencapai kedaulatan pangan berkelanjutan,” ujar Khofifah di Madiun.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), potensi produksi padi Jawa Timur periode Januari–Juni 2026 diperkirakan mencapai 6,62 juta ton gabah kering giling (GKG). Jumlah tersebut meningkat sekitar 5,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan produksi didukung berbagai langkah, mulai percepatan tanam di lahan pascapanen, penggunaan benih unggul tahan kekeringan, hingga optimalisasi alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Artinya produktivitas pertanian Jawa Timur tetap tumbuh positif dan resilien di tengah berbagai tantangan global dan perubahan iklim,” ungkapnya.

Selain itu, Pemprov Jatim juga memperkuat sistem pengairan melalui pompanisasi serta rehabilitasi jaringan irigasi untuk mengantisipasi potensi kekeringan.

Khofifah menilai modernisasi sektor pertanian menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas produktivitas pangan daerah. Penggunaan transplanter, rotavator, drone sprayer, hingga combine harvester diyakini mampu mempercepat proses pengolahan lahan dan penanaman kembali.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi pertanian modern juga dapat menjadi daya tarik bagi generasi muda agar terlibat di sektor pertanian.

“Saya rasa ini sangat friendly dengan anak-anak muda sehingga mereka tidak semua ke kota, tapi juga menjadi bagian dari penguat sektor pertanian,” katanya.

Optimisme serupa disampaikan Pelaksana Harian Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Tin Latifah. Ia menilai target peningkatan produksi padi Jawa Timur sebesar 5 persen berpeluang besar tercapai.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya mitigasi kekeringan serta pengendalian organisme pengganggu tanaman agar berjalan optimal.

“Jadi kami sangat yakin Provinsi Jawa Timur ini peningkatan produksinya tadi yang diprediksi 5 persen akan tercapai,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Kabupaten Madiun sebagai salah satu sentra produksi padi di Jawa Timur menunjukkan kontribusi signifikan. Pada 2025, luas panen di wilayah tersebut mencapai 82.826 hektare dengan total produksi sekitar 480 ribu ton GKG.

Sumber: Suarasurabaya.net

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2026/khofifah-percepat-masa-tanam-padi-di-jatim-produksi-padi-ditarget-naik-5-persen/

Topik Terkait:

DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN LAMONGAN

  • Jl. Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur 62214
  • dinpmd@lamongankab.go.id
  • (0322) 321171
Logo Branding Lamongan
© 2026 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan