Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong para peternak di wilayahnya meningkatkan kualitas ternak agar mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan pasar daging global.
Menurut Khofifah, Jawa Timur memiliki peluang besar untuk masuk dalam rantai pasok daging global, termasuk memenuhi permintaan dari sejumlah negara seperti Arab Saudi dan Malaysia. Peluang tersebut menguat setelah pertemuannya dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia.
“Beberapa hari lalu, saya ketemu Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, beliau bilang negaranya banyak impor daging Brasil dan Australia. Maka saya sampaikan Jatim siap untuk supply daging kambing, domba dan sapi. Beliau sampaikan syaratnya, dan rasanya kita bisa penuhi persyaratan itu,” ujar Khofifah.
Ia menjelaskan, peluang ekspor tersebut diperkirakan semakin terbuka seiring rencana kunjungan Duta Besar Arab Saudi ke Jawa Timur setelah musim haji. Kunjungan tersebut akan difokuskan untuk meninjau kesiapan Rumah Potong Hewan (RPH) yang telah memenuhi standar halal global.
“Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia setelah musim haji ini akan ke Jawa Timur ingin berkunjung ke Jatim, sekaligus memastikan Rumah Potong Hewan (RPH) halal di sini,” ujarnya, dikutip dari Antara, Minggu (3/5/2026).
Selain Arab Saudi, peluang pasar global juga diperkuat melalui hasil misi dagang Jawa Timur ke Malaysia yang menghasilkan kerja sama perdagangan komoditas kambing dan domba.
Khofifah menilai peluang tersebut menjadi kabar baik sekaligus harapan baru bagi para peternak di Jawa Timur.
“Market kita cukup besar dalam dan luar negeri. Bagi para peternak ini jadi good news dan new hope,” katanya.
Di sisi lain, Khofifah memastikan kebutuhan hewan kurban untuk Iduladha 2026 di Jawa Timur berada dalam kondisi aman. Ia menyebut stok hewan kurban tersedia dalam jumlah cukup, sehat, serta terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Berdasarkan data Kabupaten Mojokerto, populasi sapi potong tercatat mencapai 36.818 ekor, kambing sebanyak 37.034 ekor, domba 14.956 ekor, dan kerbau sebanyak 80 ekor.
“Kita sebetulnya mengalami surplus baik itu sapi, kambing, domba. Oleh karena itu, kepada yang akan melakukan penyembelihan hewan kurban, saya rasa banyak titik yang memungkinkan menjadi supply hewan kurban saat Iduladha termasuk di luar Jawa Timur,” ujarnya.
Sumber: Suarasurabaya.net
