Kementerian Sosial terus mempercepat pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat (SR) di berbagai daerah. Dari total 97 titik pembangunan di Indonesia, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah lokasi terbanyak, yakni sekitar 18 titik.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menargetkan seluruh gedung permanen Sekolah Rakyat dapat mulai beroperasi pada Juli 2026, meski beberapa di antaranya kemungkinan masih digunakan secara fungsional.
“Insyaallah selesai tepat waktu. Mungkin belum semuanya, tapi bisa digunakan secara fungsional. Sehingga pada bulan Juli yang akan datang, gedung permanen sekolah rakyat itu sudah bisa digunakan,” katanya saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kedung Cowek, Surabaya, Minggu (3/5/2026).
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menjelaskan, setiap gedung permanen Sekolah Rakyat dirancang mampu menampung sekitar 1.000 siswa mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Berbagai fasilitas penunjang juga akan disediakan bagi para siswa, mulai asrama, perpustakaan, laboratorium, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), hingga sarana kegiatan ekstrakurikuler.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul kembali menegaskan Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang putus sekolah atau belum pernah mengakses pendidikan.
“SR bukan sekolah yang membuka pendaftaran. Kami memprioritaskan anak-anak yang tidak sekolah, putus sekolah, atau rentan putus sekolah,” tuturnya.
Sumber: Suarasurabaya.net
