DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA

PERTAHANKAN SURPLUS BERAS, KHOFIFAH DORONG PERCEPATAN TANAM DAN MODERNISASI ALSINTAN DI MADIUN

berita
Sabtu, 09 Mei 2026
11x dilihat
Foto: PERTAHANKAN SURPLUS BERAS, KHOFIFAH DORONG PERCEPATAN TANAM DAN MODERNISASI ALSINTAN DI MADIUN

Kabupaten Madiun diproyeksikan tetap menjadi salah satu daerah penyangga utama produksi beras di Jawa Timur. Berbagai langkah dan program terus diperkuat guna mempertahankan perannya sebagai lumbung pangan sekaligus menjaga surplus beras di daerah.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan Kabupaten Madiun memiliki posisi strategis sebagai sentra produksi beras di Jawa Timur dan akan terus dipertahankan melalui dukungan berbagai pihak.

"Kabupaten Madiun merupakan daerah sentra beras di Jawa Timur. Dengan arahan dan dukungan dari pemprov hal itu akan dipertahankan termasuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani," tegasnya saat membuka Gerakan Panen dan Percepatan Tanam bersama Gubernur Jawa Timur di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan, luas panen di Kabupaten Madiun pada 2025 mencapai 82.826 hektare dengan total produksi sekitar 480 ribu ton gabah kering giling (GKG). Sementara produktivitas lahan rata-rata mencapai 5,80 ton per hektare.

Menurutnya, percepatan tanam, efisiensi pengolahan lahan, serta penguatan sinergi lintas sektor termasuk bersama TNI dan Polri menjadi langkah penting agar target produksi dapat tercapai.

"Efisiensi pengolahan lahan, percepatan tanam dan didukung sinergi lintas sektor termasuk dengan TNI/Polri merupakan upaya agar target produksi terpenuhi," tegasnya.

Sejalan dengan upaya mempertahankan surplus beras sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) di berbagai wilayah.

"Jatim memiliki jumlah petani muda terbanyak di Indonesia. Modernisasi alsintan menjadi bagian yang sangat penting. Seperti penggunaan transplanter, rotavator, drone sprayer hingga combine harvester," tegas Khofifah.

Selain itu, Pemprov Jawa Timur juga mendorong percepatan tanam di lahan yang telah selesai dipanen dengan memanfaatkan benih unggul bersertifikat yang tahan terhadap kekeringan.

Penggunaan alsintan juga terus dioptimalkan agar proses panen, pengolahan lahan hingga masa tanam berikutnya dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.

"Juga penting menyusun pola tanam adaptif berbasis teknologi dan mitigasi perubahan iklim. Serta memperkuat pengelolaan irigasi melalui pompanisasi, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan perpompaan, juga optimalisasi sumber air," jelasnya.

Dalam kegiatan Gerakan Panen dan Percepatan Tanam tersebut, Khofifah juga menyerahkan bantuan satu unit rotavator atau traktor pembajak lahan kepada Gapoktan Sumber Rukun Desa Gading.

Ketua Gapoktan Sumber Rukun Suradi mengaku bantuan tersebut sangat membantu petani dalam mempercepat proses pengolahan lahan.

"Sangat senang karena ada alat untuk membantu bertani supaya cepat prosesnya," ungkap Suradi.

Ia menjelaskan, sebelumnya petani masih menggunakan bajak singkal secara manual yang dalam sehari hanya mampu mengolah seperempat hektare lahan. Dengan rotavator, pengolahan lahan kini dapat mencapai dua hektare per hari.

Di sisi lain, mempertahankan posisi Jawa Timur sebagai penghasil beras tertinggi nasional diakui bukan perkara mudah. Pada 2026, Kementerian Pertanian menetapkan target produksi sebesar 2,8 juta ton GKG per tahun, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 2,4 juta ton.

"Cukup berat memang. Selain percepatan tanam nanti akan didorong menggunakan bibit padi umur pendek sehingga setahun bisa panen tiga kali," ungkap Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Jawa Timur Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Yuris Tiyanto.

Menurut Yuris, benih padi berumur pendek nantinya akan didistribusikan melalui dinas pertanian daerah sesuai kebutuhan wilayah.

"Jadi daerah nanti usul dan akan didistribusikan oleh pusat," ujarnya.

Sumber: Times Indonesia

https://timesindonesia.co.id/ekonomi/589442/pertahankan-surplus-beras-gubernur-jatim-dorong-percepatan-tanam-dan-modernisasi-alsistan-di-madiun

Topik Terkait:

DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN LAMONGAN

  • Jl. Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur 62214
  • dinpmd@lamongankab.go.id
  • (0322) 321171
Logo Branding Lamongan
© 2026 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan