Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mempercepat modernisasi sektor pertanian guna menjaga produktivitas pangan di tengah tantangan biaya produksi dan tingginya kebutuhan panen. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menyalurkan bantuan mesin panen modern atau combine harvester kepada kelompok tani.
Bantuan alat panen Combine Harvester Bimo 110 Plus tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Kamis (7/5/2026).
Terdapat tiga kelompok tani penerima bantuan yang berasal dari Kecamatan Sugio, Sekaran, dan Kembangbahu. Program tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkab Lamongan dalam meningkatkan efisiensi sektor pertanian sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Pemanfaatan alat pertanian modern dinilai mampu mempercepat proses panen, mengurangi potensi kehilangan hasil, hingga menekan biaya tenaga kerja. Dengan teknologi tersebut, proses panen diharapkan berlangsung lebih efektif dan tepat waktu.
Bupati yang akrab disapa Pak Yes mengatakan mekanisasi pertanian menjadi strategi penting dalam meningkatkan hasil produksi sektor pangan.
“Kami ingin pertanian di Lamongan semakin modern. Mulai dari proses tanam sampai panen dilakukan secara mekanis agar hasilnya lebih maksimal, efisien, dan produktivitas petani meningkat,” ujarnya.
Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan mencatat hingga 6 Mei 2026, realisasi luas tambah tanam telah mencapai 65.426 hektare atau sekitar 28,04 persen dari target pusat sebesar 233.327 hektare.
Kepala Desa Kebalankulon, Andik Sudarno menyebut bantuan tersebut sangat membantu petani, khususnya saat musim panen bersamaan yang sering terkendala keterbatasan alat.
“Dengan bantuan combine ini, pelayanan kepada petani akan lebih cepat dan hasil panen juga bisa lebih optimal,” katanya.
Adapun tiga kelompok tani penerima bantuan yakni Poktan Sri Rejeki Kayen Desa Jubelkidul Kecamatan Sugio, Poktan Luhur 1 Desa Kebalankulon Kecamatan Sekaran, serta Poktan Sekar Arum Desa Gintungan Kecamatan Kembangbahu.
“Harapannya, kesejahteraan petani ikut meningkat seiring produktivitas pertanian yang terus tumbuh,” pungkas Pak Yes.
Sumber: Radar Bangsa.co
