Upaya pencegahan kasus perundungan di lingkungan sekolah terus diperkuat melalui sinergi berbagai pihak. Kepolisian bersama tenaga kesehatan, TNI, dan tokoh keagamaan memberikan edukasi kepada siswa SMP Islam Tikung, Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan tersebut dikemas melalui inovasi “Asmara Centil” atau Atasi Masalah Remaja Cegah Tindakan Bullying. Program ini menjadi langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai dampak perundungan sejak usia dini.
Kapolsek Tikung AKP Anang Purwo Wiodo melalui Kanit Binmas Aiptu M. Irawan menegaskan bahwa tindakan bullying tidak dapat dianggap sebagai kenakalan biasa karena memiliki dampak yang luas.
“Bullying bisa berdampak panjang, baik secara psikologis maupun hukum. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari edukasi dan pengawasan bersama,” ujarnya.
Tim dari Puskesmas Tikung turut menjelaskan dampak kesehatan mental yang dapat dialami korban, mulai dari trauma, kecemasan, hingga depresi apabila tidak segera ditangani.
Sementara itu, Babinsa menekankan pentingnya pembentukan karakter, disiplin, serta nilai kebangsaan untuk mencegah munculnya perilaku menyimpang di kalangan pelajar.
Materi edukasi juga diperkuat oleh KUA Tikung yang mengulas bahaya bullying dari sudut pandang keagamaan agar siswa memahami nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
Waka Kesiswaan SMP Islam Tikung menyampaikan bahwa sekolah membutuhkan dukungan banyak pihak untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
“Kami butuh sinergi semua pihak agar siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik,” ujarnya.
Program edukasi ini diharapkan dapat terus dikembangkan agar kasus perundungan di sekolah dapat ditekan sekaligus memperkuat kesehatan mental remaja di Kabupaten Lamongan.
Sumber: Radar Bangsa.co
