DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA

El Nino Ancam Panen, 53 Ribu Hektare Sawah Lamongan Diselamatkan dengan Pompanisasi

berita
Rabu, 29 April 2026
27x dilihat
Foto: El Nino Ancam Panen, 53 Ribu Hektare Sawah Lamongan Diselamatkan dengan Pompanisasi

Ancaman El Nino mulai membayangi sektor pangan, namun Lamongan memilih melawan. Pemerintah turun langsung melakukan sidak pompanisasi di Waduk Delikguno, Rabu (29/4), untuk memastikan puluhan ribu hektare sawah tidak kering dan produksi beras tetap aman.

Langkah ini bukan sekadar rutinitas. Sebab, lebih dari separuh lahan sawah Lamongan atau sekitar 53 ribu hektare masih bergantung pada hujan. Jika terlambat diantisipasi, dampaknya bisa menjalar ke krisis panen, naiknya harga beras, hingga terganggunya pasokan pangan masyarakat.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Andi Nur Alamsyah menegaskan, pemerintah tidak ingin kecolongan menghadapi siklus iklim ekstrem. Pompanisasi dipercepat, sumber air dioptimalkan, dan distribusi alsintan dipastikan tepat sasaran.

“El Nino itu ada, tapi kami optimistis petani tetap menanam. Mitigasi sudah dilakukan lebih awal, pupuk tersedia, alsintan siap, dan air kita pastikan ada,” ujarnya.

Skema yang dijalankan terbilang agresif. Ratusan unit pompa disiapkan, mulai dari kapasitas 3 inci hingga 6 inci. Ditambah jaringan irigasi perpompaan dan perpipaan serta bangunan konservasi air untuk memperluas jangkauan distribusi air ke lahan-lahan kering.

Fokusnya jelas: menyelamatkan lahan tadah hujan yang selama ini rentan gagal tanam. Terlebih, banyak area berada di posisi lebih tinggi sehingga tidak terjangkau irigasi konvensional.

Sungai Bengawan Solo yang melintasi Lamongan sepanjang sekitar 80 kilometer kini diposisikan sebagai tulang punggung suplai air. Pemerintah mendorong pemanfaatan maksimal aliran sungai dan waduk yang selama ini belum optimal.

Dampak kebijakan ini langsung terasa. Area irigasi bertambah sekitar 200 hektare dari sebelumnya 257 hektare. Artinya, lebih banyak lahan yang bisa tetap ditanami meski curah hujan menurun.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyebut, strategi ini menjadi kunci menjaga produktivitas sekaligus menahan gejolak ekonomi di tingkat petani. Ia menargetkan indeks pertanaman meningkat signifikan.

“Kami dorong indeks pertanaman dari 2,1 menjadi 2,5. Ini penting agar produksi naik dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak,” katanya.

Program pompanisasi kini telah menjangkau tiga titik utama, yakni Desa Pengumbulanadi di Tikung, Desa Truni di Babat, dan Desa Latukan di Karanggeneng.

Dengan langkah cepat ini, pemerintah berupaya memutus potensi krisis sejak awal. Targetnya jelas: tidak ada lahan menganggur, tidak ada panen gagal, dan tidak ada lonjakan harga yang membebani masyarakat.

“Yang sudah tanam kita pertahankan, yang akan tanam kita dorong. Tidak boleh ada lahan berhenti produksi,” pungkas Andi.

Sumber: Radar Bangsa.co

https://radarbangsa.co.id/el-nino-ancam-panen-53-ribu-hektare-sawah-lamongan-diselamatkan-dengan-pompanisasi/

Topik Terkait:

DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN LAMONGAN

  • Jl. Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur 62214
  • dinpmd@lamongankab.go.id
  • (0322) 321171
Logo Branding Lamongan
© 2026 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan