Pemerintah Kabupaten Lamongan tancap gas memperkuat sinergi dengan TNI guna menjaga stabilitas keamanan sekaligus mempercepat pembangunan daerah. Langkah ini mengemuka saat kunjungan kerja Kaskogartap III/Surabaya, Senin (27/4).
Pertemuan di Pendopo Lokatantra menjadi sinyal kuat bahwa keamanan bukan sekadar isu rutin, melainkan fondasi utama bagi pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi warga. Tanpa stabilitas, program pembangunan berpotensi tersendat.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan, kolaborasi dengan TNI selama ini terbukti efektif menjaga kondusivitas daerah. “Koordinasi lintas sektor berjalan solid. Ini menjadi kunci menjaga keamanan sekaligus memastikan pembangunan tetap berjalan,” ujarnya.
Ia menekankan, kondisi aman berdampak langsung pada capaian sektor strategis. “Lamongan mampu menjaga produktivitas pertanian sebagai lumbung pangan nasional, sekaligus mengembangkan kawasan agro-maritim,” kata Bupati yang akrab disapa Pak Yes.
Dorongan ekonomi juga diperkuat hingga tingkat desa. “Kami mengembangkan koperasi desa Merah Putih dan kawasan industri Jaka Mitra agar peluang kerja semakin terbuka dan ekonomi masyarakat bergerak,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Staf Kogartap III/Surabaya Brigadir Jenderal TNI (Mar) Danuri memastikan komitmen TNI dalam menjaga stabilitas wilayah. “Kehadiran kami untuk memperkuat sinergi yang sudah terbangun, agar keamanan tetap terjaga dan masyarakat merasa aman,” ungkapnya.
Ia menegaskan, peran TNI tidak berhenti pada aspek keamanan. “Kami siap mendukung program pembangunan daerah sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.
Sinergi ini diharapkan memberi dampak nyata bagi warga, mulai dari rasa aman, aktivitas ekonomi yang lancar, hingga layanan publik yang lebih optimal. Pemerintah daerah pun menargetkan kolaborasi ini mampu mempercepat pembangunan yang merata dan berkelanjutan
Sumber: https://radarbangsa.co.id/tni-turun-ke-lamongan-keamanan-diperketat-pembangunan-dikebut/
