Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Apel Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 di Alun-Alun Lamongan, Kamis (12/3/2026). Apel ini menjadi tanda kesiapan pengamanan selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Pengamanan dilakukan untuk memastikan arus mudik dan aktivitas masyarakat berjalan aman, tertib, dan lancar. Sebanyak 331 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait disiagakan di sejumlah titik strategis di wilayah Lamongan.
Apel kesiapan tersebut dipimpin Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dalam amanat itu ditegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan tahapan penting untuk memastikan kesiapan seluruh unsur pengamanan.
“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan personel, sarana prasarana, serta wujud nyata komitmen sinergitas lintas sektoral dalam rangka pengamanan Hari Raya Idulfitri agar berjalan aman, tertib, nyaman, dan lancar,” ujar Yuhronur saat membacakan amanat Kapolri.
Kapolri juga menyoroti tingginya mobilitas masyarakat selama periode mudik. Berdasarkan proyeksi nasional, sekitar 143,9 juta orang diperkirakan melakukan perjalanan mudik pada 2026. Angka tersebut sedikit menurun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap membutuhkan pengamanan maksimal.
Di Kabupaten Lamongan, sejumlah potensi gangguan juga menjadi perhatian menjelang arus mudik. Selain kondisi cuaca ekstrem yang memicu genangan di beberapa wilayah, perbaikan infrastruktur jalan juga dipercepat agar tidak menghambat mobilitas masyarakat.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah menyiapkan langkah teknis, termasuk penyediaan 17 unit pompa air, upaya modifikasi cuaca, serta peningkatan kemantapan jalan di jalur utama.
Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman menjelaskan, Operasi Ketupat Semeru 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026.
Sebanyak 331 personel gabungan disiagakan di sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan. “Personel ditempatkan di Pospam Pasar Babat, Pospam Wisata Bahari Lamongan, serta Posyan Terminal Lamongan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menjelang operasi tersebut, kepolisian juga melakukan langkah preventif untuk menjaga situasi keamanan. Aparat mengamankan 245 knalpot tidak sesuai spesifikasi dan menyita sekitar 5.200 botol minuman keras ilegal yang berpotensi memicu gangguan ketertiban.
Selain itu, potensi genangan air di jalur Pantura akibat curah hujan tinggi juga menjadi perhatian serius. Forkopimda telah menyiapkan skema mitigasi agar arus lalu lintas tetap lancar saat puncak mudik.
Kapolres menegaskan petugas gabungan akan siaga penuh di lapangan. Jika terjadi genangan atau kemacetan, pengalihan arus akan segera dilakukan.
“Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan darurat 110 apabila membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik,” pungkas Arif.
Sumber: https://radarbangsa.co.id/mudik-lebaran-2026-lamongan-siagakan-331-personel-operasi-ketupat-semeru/
