Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar rapat koordinasi virtual bersama seluruh camat se-Kabupaten Lamongan, Selasa (10/3), dari Ruang Command Center lantai 3 Gedung Pemkab Lamongan. Rapat tersebut membahas kesiapan pelayanan publik menjelang Hari Raya Idul Fitri sekaligus langkah antisipasi bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi akibat cuaca ekstrem.
Rapat koordinasi dipimpin langsung Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi. Forum ini menjadi sarana konsolidasi pemerintah daerah untuk memastikan pelayanan masyarakat tetap berjalan optimal selama periode mudik hingga arus balik Lebaran.
Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes menegaskan bahwa menjelang Lebaran biasanya terjadi peningkatan mobilitas masyarakat secara signifikan. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah dan jajaran di tingkat kecamatan untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan dengan baik.
Menurutnya, koordinasi lintas wilayah menjadi kunci utama agar berbagai potensi persoalan yang muncul saat momentum Lebaran dapat diantisipasi lebih awal. Baik yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat, keamanan lingkungan, maupun potensi gangguan akibat cuaca ekstrem.
“Melalui rapat virtual ini kita saling bertukar informasi dan memastikan kesiapan menghadapi hari raya. Mulai dari pelayanan masyarakat, pengaturan arus mudik dan arus balik, hingga membahas progres penanganan hidrometeorologi dan cuaca ekstrem di wilayah Lamongan,” ujar Pak Yes.
Ia menambahkan, pemerintah kecamatan memiliki peran strategis karena berada di garda terdepan dalam melayani masyarakat. Oleh sebab itu, para camat diminta aktif memantau kondisi wilayahnya masing-masing serta memastikan pelayanan tetap berjalan maksimal selama periode Lebaran.
Pak Yes menegaskan bahwa kesiapsiagaan aparatur pemerintah sangat penting agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman.
“Kita harus memastikan pelayanan publik tetap berjalan dengan baik, meskipun mobilitas masyarakat meningkat selama Lebaran. Camat bersama perangkat desa harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta menjaga ketertiban wilayah agar tetap kondusif,” tegasnya.
Selain pelayanan publik, ia juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintah kecamatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem.
“Cuaca dalam beberapa waktu terakhir cukup ekstrem. Karena itu saya minta para camat terus memantau kondisi wilayahnya, berkoordinasi dengan perangkat desa dan instansi terkait, sehingga apabila terjadi potensi bencana dapat segera ditangani dengan cepat dan tepat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi yang kuat antara pemerintah kecamatan, desa, serta instansi teknis seperti BPBD agar langkah penanganan di lapangan dapat berjalan lebih efektif.
“Koordinasi harus terus diperkuat. Informasi dari desa harus cepat sampai ke kecamatan, dan dari kecamatan bisa langsung terhubung dengan pemerintah kabupaten. Dengan begitu penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” imbuhnya.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi, Pemkab Lamongan terus memperkuat berbagai langkah pencegahan dan penanganan bencana hidrometeorologi. Beberapa di antaranya melalui normalisasi saluran air, peningkatan fungsi drainase, pemantauan titik rawan banjir, serta penguatan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi teknis lainnya.
Selain kesiapan menghadapi Lebaran dan potensi bencana, rapat koordinasi tersebut juga memaparkan capaian pembangunan Kabupaten Lamongan sepanjang tahun 2025.
Salah satu indikator yang menunjukkan perkembangan positif adalah pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 5,40 persen pada tahun 2025. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 4,81 persen, sekaligus melampaui target pertumbuhan nasional.
Struktur perekonomian Lamongan masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sebesar 30,18 persen. Sektor perdagangan besar dan eceran menyumbang 19,43 persen, sementara industri pengolahan berkontribusi sebesar 12,84 persen.
Dari sisi pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lamongan tahun 2025 juga menunjukkan tren positif dengan capaian 76,81. Angka tersebut mencerminkan peningkatan kualitas hidup masyarakat yang meliputi aspek pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan ekonomi.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemkab Lamongan berharap seluruh jajaran pemerintah daerah semakin siap menghadapi berbagai dinamika menjelang Lebaran. Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk menjaga pelayanan publik tetap optimal sekaligus memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Dengan koordinasi yang kuat antara pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga desa, kita berharap masyarakat dapat menjalani aktivitas menjelang dan selama Lebaran dengan aman, nyaman, dan pelayanan publik tetap berjalan optimal,” pungkas Pak Yes.
