DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA

Bupati Lamongan Turun ke Sawah, Genjot Tanam Padi MT2 demi Target LTT 233 Ribu Hektare

berita
Kamis, 05 Maret 2026
31x dilihat
Foto: Bupati Lamongan Turun ke Sawah, Genjot Tanam Padi MT2 demi Target LTT 233 Ribu Hektare

Pemerintah Kabupaten Lamongan mulai mengakselerasi program Luas Tambah Tanam (LTT) tahun 2026 dengan menggerakkan petani mempercepat tanam padi pada musim tanam kedua (MT2). Gerakan tanam ini dipimpin langsung Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama para petani di Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kamis (5/3/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keberlanjutan produksi pangan sekaligus menjaga posisi Lamongan sebagai salah satu lumbung padi nasional.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu mengatakan, keberhasilan sektor pertanian Lamongan tidak terlepas dari semangat petani yang cepat melakukan tanam kembali setelah panen. Ia menilai pola tanam yang intensif menjadi faktor utama tingginya produktivitas padi di daerah tersebut.

“Petani Lamongan memiliki semangat tinggi. Panen belum selesai, sudah siap tanam lagi. Tidak menunggu lama, langsung bergerak. Itu yang membuat produksi kita terus meningkat,” kata Yuhronur Efendi di sela kegiatan gerakan tanam.

Data Pemkab Lamongan menunjukkan, pada tahun 2025 realisasi luas tambah tanam mencapai 193.786 hektare atau melampaui target pemerintah pusat yang ditetapkan sebesar 192.373 hektare. Capaian tersebut diperoleh dari total luas baku sawah sekitar 95 ribu hektare.

Dari sektor produksi, Lamongan juga mencatat hasil panen padi sebesar 1.335.099 ton sepanjang 2025. Angka ini menjadi salah satu yang terbesar di Jawa Timur dan memperkuat posisi Lamongan sebagai daerah penyangga pangan nasional.

Untuk tahun 2026, pemerintah pusat kembali menaikkan target LTT bagi Lamongan menjadi sekitar 233 ribu hektare. Meski lebih tinggi dari luas baku sawah yang dimiliki, pemerintah daerah optimistis target tersebut dapat dicapai melalui percepatan tanam dan optimalisasi lahan.

“Pemerintah terus mendukung petani dengan penyediaan pupuk, modernisasi alat pertanian, serta penguatan sistem irigasi, termasuk pembangunan waduk desa dan pemanfaatan sumber air di wilayah kering,” ujar Pak Yes.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan Mugito melaporkan bahwa pada musim tanam pertama 2026, panen telah dilakukan di lahan seluas 36.818 hektare.

Ia menambahkan, pihaknya juga memperkuat pendampingan penyuluh untuk mengantisipasi potensi serangan hama maupun gangguan tanaman melalui sterilisasi bibit dan pengelolaan lahan yang ramah lingkungan.

“Petani kami dorong mengutamakan bahan organik dari lingkungan sekitar. Jika itu masih bisa dimanfaatkan, gunakan terlebih dahulu sebelum memakai bahan kimia,” kata Mugito.

Kegiatan gerakan tanam padi tersebut juga dihadiri Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Yuris Tiyanto bersama jajaran penyuluh pertanian. Pemerintah berharap percepatan tanam MT2 dapat menjaga stabilitas produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Sumber: https://radarbangsa.co.id/bupati-lamongan-turun-ke-sawah-genjot-tanam-padi-mt2-demi-target-ltt-233-ribu-hektare/

Topik Terkait:

DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN LAMONGAN

  • Jl. Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur 62214
  • dinpmd@lamongankab.go.id
  • (0322) 321171
Logo Branding Lamongan
© 2026 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan