DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA

Bulog Jatim Serap 719 Ribu Ton Beras dan Siapkan Cadangan Pangan Hadapi El Nino 2026

berita
Senin, 18 Mei 2026
9x dilihat
Foto: Bulog Jatim Serap 719 Ribu Ton Beras dan Siapkan Cadangan Pangan Hadapi El Nino 2026

Perum Bulog Kanwil Jawa Timur memastikan stok pangan aman hingga 16 bulan ke depan di tengah ancaman fenomena Godzilla El Nino yang diprediksi melanda Indonesia pada pertengahan hingga akhir 2026, Senin, 18 Mei 2026.

Fenomena cuaca ekstrem tersebut diperkirakan memicu kekeringan panjang, penurunan produksi pangan, hingga gejolak harga kebutuhan pokok.

Namun, Perum Bulog Kanwil Jawa Timur memastikan cadangan pangan di provinsi ini masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Bulog Jatim juga terus melakukan penguatan ketahanan pangan dengan memastikan stok beras tetap aman dan penyerapan gabah petani berjalan maksimal.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho menegaskan, stok beras yang dimiliki Bulog Jatim saat ini diproyeksikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar 16 bulan ke depan.

Hingga 17 Mei 2026, Bulog Kanwil Jawa Timur telah menyerap sebanyak 719.482 ton setara beras atau mencapai 81,40 persen dari target penyerapan sebesar 883.912 ton setara beras.

Angka tersebut menjadi salah satu capaian terbesar secara nasional dan dinilai cukup kuat untuk menghadapi ancaman krisis pangan akibat perubahan iklim ekstrem.

“Terkait potensi fenomena Godzilla El Nino yang diprediksi terjadi pada April hingga Oktober 2026 dengan puncak sekitar Agustus sampai Desember 2026, stok Bulog Kanwil Jawa Timur saat ini diproyeksikan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga sekitar 16 bulan ke depan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan,” ujar Langgeng saat dikonfirmasi, Senin, 18 Mei 2026.

Fenomena Godzilla El Nino diperkirakan membawa dampak lebih besar dibanding El Nino biasa. Kondisi tersebut dapat memicu kemarau panjang, penurunan debit air irigasi, hingga terganggunya produktivitas pertanian di sejumlah wilayah.

Jawa Timur sebagai salah satu lumbung pangan nasional dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pangan Indonesia.

Karena itu, Bulog Jatim tidak hanya fokus pada penyerapan hasil panen petani, tetapi juga memperkuat sistem penyimpanan dan distribusi agar stok pangan tetap aman dalam jangka panjang.

Saat ini total stok pangan yang dikuasai Perum Bulog Kanwil Jawa Timur mencapai sekitar 1,3 juta ton.

Jumlah tersebut terdiri dari cadangan beras hasil serapan petani serta komoditas pangan lain yang disimpan di berbagai fasilitas pergudangan milik Bulog.

“Untuk mendukung penyimpanan stok dalam jumlah besar itu, Bulog Jatim memiliki kapasitas gudang induk mencapai 1,1 juta ton yang tersebar di 60 kompleks pergudangan dan 352 unit gudang di berbagai daerah di Jatim,” ucap Langgeng.

Seiring tingginya serapan gabah dan beras saat panen raya, Bulog juga memperluas kapasitas penyimpanan melalui kerja sama gudang pinjam pakai, gudang sewa, hingga jasa pergudangan tambahan.

“Selain gudang induk, Bulog Kanwil Jatim juga menggunakan gudang pinjam pakai, sewa, dan jasa pergudangan dengan kapasitas sebanyak 687 ribu ton yang terdiri dari 190 kompleks pergudangan dan 223 unit gudang,” jelasnya.

Dengan tambahan fasilitas tersebut, total kapasitas penyimpanan Bulog Jatim kini mencapai sekitar 1,8 juta ton dengan tingkat utilitas sekitar 77,5 persen.

Artinya, kapasitas gudang yang tersedia masih cukup longgar untuk menampung tambahan hasil serapan petani pada musim panen berikutnya.

Selain memperkuat stok dan gudang, Bulog juga memastikan kebijakan harga pembelian gabah di tingkat petani tetap memberikan keuntungan yang layak.

Saat ini Harga Pembelian Pemerintah Gabah Kering Panen di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Menurut Langgeng, kebijakan tersebut memberikan kepastian harga sekaligus perlindungan bagi petani agar tidak mengalami kerugian saat panen raya berlangsung.

“Dengan adanya HPP sebesar Rp 6.500 per kilogram, petani mendapatkan kepastian harga dan perlindungan saat musim panen,” imbuhnya.

Bulog Jatim juga memperkuat cadangan komoditas jagung yang menjadi kebutuhan utama industri peternakan dan pakan ternak di Jawa Timur.

Hingga 17 Mei 2026, total penyerapan jagung oleh Bulog Kanwil Jatim mencapai 49.386 ton atau sekitar 49,36 persen dari target penyerapan 100 ribu ton.

Untuk menjaga kualitas penyimpanan, Bulog memisahkan gudang jagung dari gudang beras.

“Gudang jagung disimpan pada unit tersendiri dan dipisahkan dari komoditas beras,” jelasnya.

Saat ini kebutuhan jagung untuk asosiasi peternak dan Pinsar Jawa Timur mencapai sekitar 122.533 ton.

Sedangkan stok jagung yang dimiliki Jawa Timur berada di angka 54.133 ton.

Meski belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan, Bulog optimistis pasokan jagung tetap aman karena proses penyerapan masih terus berjalan.

Bulog Jatim juga melakukan mekanisme move nasional dengan mendatangkan tambahan pasokan jagung dari daerah surplus seperti Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.

“Langkah ini kami lakukan untuk memastikan kebutuhan industri peternakan dan pakan ternak di Jawa Timur tetap terpenuhi, terutama menjelang periode kemarau panjang,” papar Langgeng.

Sepanjang 2026, Bulog Kanwil Jawa Timur juga telah mengirimkan pasokan pangan ke sejumlah provinsi seperti Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Maluku, hingga Papua.

Distribusi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus memperkuat pemerataan stok antarwilayah.

“Kami pun berharap masyarakat tidak melakukan panic buying ataupun kekhawatiran berlebihan terkait ancaman El Nino. Sebab, hingga saat ini kondisi stok pangan masih terkendali dan pemerintah terus melakukan berbagai langkah antisipasi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tukasnya. 

Sumber: Memorandum.Disway.id

https://memorandum.disway.id/jatim/read/159432/bulog-jatim-serap-719-ribu-ton-beras-dan-siapkan-cadangan-pangan-hadapi-el-nino-2026

Topik Terkait:

DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN LAMONGAN

  • Jl. Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur 62214
  • dinpmd@lamongankab.go.id
  • (0322) 321171
Logo Branding Lamongan
© 2026 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan