Kabupaten Lamongan sukses mencatatkan diri sebagai daerah dengan capaian pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tertinggi di Indonesia. Dari total target yang dicanangkan, sebanyak 214 titik gerai kini telah rampung 100 persen dan siap dioperasikan untuk menggerakkan ekonomi warga.
Keberhasilan ini menjadi modal kuat bagi Lamongan saat mengikuti peresmian operasional serentak KDKMP oleh Presiden RI Prabowo Subianto secara daring. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, yang akrab disapa Pak Yes, menyampaikan optimismenya yang besar terhadap kesiapan wilayahnya dalam mendukung penuh program strategis pemerintah pusat ini dari KDKMP Kelurahan Sukorejo.
“Insya Allah kami optimis seluruh program di Kabupaten Lamongan dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Pak Yes.
Menurutnya, perkembangan pembangunan gerai KDKMP di Lamongan menunjukkan hasil yang positif. Saat ini tercatat 214 gerai telah selesai dibangun dan siap dioperasikan mulai tahun ini, sementara 102 gerai lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Apresiasi terhadap performa wilayah ini juga ditegaskan oleh Dandim 0812 Lamongan Deni Suryo Anggo Digdo. Ia menyebut Lamongan menjadi daerah dengan capaian pembangunan gerai KDKMP tertinggi di Indonesia. Hingga saat ini, sebanyak 214 titik gerai telah rampung 100 persen dan menjadi jumlah terbanyak yang siap dioperasikan.
“Lamongan saat ini menjadi wilayah dengan progres pembangunan tertinggi. Sebanyak 90 titik koperasi sudah dapat beroperasi mulai hari ini,” jelasnya.
Ia menjelaskan, target pembangunan gerai KDKMP di Lamongan hingga akhir Juli mendatang mencapai 329 titik. Target tersebut diharapkan dapat tercapai sebelum peluncuran nasional 30 ribu koperasi pada Agustus mendatang.
Berdasarkan data Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Lamongan, peta progres pembangunan adalah sebagai berikut: Dari total 474 unit KDKMP, target pembangunan terdekat: 329 gerai. Sementara, selesai Konstruksi 214 gerai (90 gerai siap beroperasi, 20 gerai sebagai mockup/percontohan). KDKMP yang masih dalam proses pembangunan: 102 gerai. Lalu, yang belum mulai pembangunan ada 158 gerai.
Meskipun memimpin secara nasional, tantangan lokal masih harus diselesaikan, di mana terdapat 12 desa yang tercatat belum memiliki lahan untuk pembangunan KDKMP.
Guna mendukung kelancaran operasional gerai-gerai yang sudah siap, kesiapan sumber daya manusia mulai dipenuhi secara bertahap. Saat ini masing-masing koperasi telah memiliki enam tenaga kerja dari total kebutuhan 18 orang. Enam tenaga kerja tersebut terdiri dari empat personel dari PT Agrinas Pangan Nusantara dan dua orang usulan pemerintah desa setempat.
sumber : https://lamongankab.go.id/beranda/manajemen/artikel/add
