DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA

Lawan El Nino, Petani Lamongan Tancap Gas Gunakan Pompanisasi

berita
Rabu, 29 April 2026
16x dilihat
Foto: Lawan El Nino, Petani Lamongan Tancap Gas Gunakan Pompanisasi

LAMONGAN, FaktualNews.co-Ancaman musim kering akibat fenomena El Nino tak menyurutkan langkah petani di Lamongan.

Justru di tengah bayang-bayang cuaca ekstrem, optimisme menguat seiring turunnya bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta percepatan pompanisasi di sejumlah titik strategis.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Andi Nur Alamsyah, bersama Bupati Lamongan,Yuhronur Efendi, turun langsung meninjau Waduk Delikguno di Desa Pengumbulanadi, Kecamatan Tikung, Rabu (29/4/2026).

Di lokasi ini, pemerintah memastikan kesiapan infrastruktur air untuk menjaga denyut produksi pertanian tetap hidup.

“El Nino itu ada, tapi kami optimis petani Lamongan tetap menanam dan terus berproduksi. Mitigasi sudah kita lakukan lebih awal,” tegas Andi. Rabu (29/4/2026).

Ia menilai langkah cepat pemerintah daerah dalam memaksimalkan sumber daya menjadi kunci menjaga stabilitas produksi pangan.

Dari total sebanyak 95 ribu hektare lahan sawah di Lamongan, sekitar 53 ribu hektare masih bergantung pada hujan.

Kondisi ini membuat strategi pengairan menjadi krusial. Pompanisasi pun menjadi solusi, terutama bagi lahan yang berada di dataran lebih tinggi dan sulit dijangkau irigasi gravitasi.

Tak tanggung-tanggung, pemerintah menyiapkan ratusan unit pompa: mulai dari 3 inch hingga 6 inch, ditambah jaringan irigasi perpompaan dan perpipaan, serta pembangunan fasilitas konservasi air.

“Semua diarahkan untuk memastikan setiap jengkal lahan tetap produktif, bahkan di tengah musim kering.”ungkap Andi.

Potensi air dari Sungai Bengawan Solo yang membentang sepanjang sekitar 80 kilometer di wilayah Lamongan pun menjadi andalan.

Pemanfaatannya kini dioptimalkan, termasuk dari waduk-waduk yang sebelumnya belum dimaksimalkan. Hasilnya, cakupan irigasi yang semula hanya sekitar 257 hektare ditargetkan bertambah hingga 200 hektare.

Bupati Yuhronur Efendi menegaskan, langkah ini sejalan dengan komitmen Lamongan dalam menjaga swasembada pangan.

Ia menargetkan peningkatan indeks pertanaman (IP) dari 2,1 menjadi 2,5 melalui optimalisasi sumber daya air dan alsintan.

“Yang penting bukan hanya luas tanam tercapai, tapi ada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Program pompanisasi ini menyasar langsung kelompok tani di tiga wilayah, yakni Poktan Mardi Tani di Kecamatan Tikung, Gapoktan Truni Makmur di Kecamatan Babat, serta Poktan Rukun Makmur II di Kecamatan Karanggeneng.

“Di tengah ancaman iklim yang kian tak menentu, langkah konkret ini menjadi bukti bahwa pertanian Lamongan tak hanya bertahan tetapi juga bersiap melaju lebih kencang,”pungkas Bupati Yuhronur.

Topik Terkait:

DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN LAMONGAN

  • Jl. Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur 62214
  • dinpmd@lamongankab.go.id
  • (0322) 321171
Logo Branding Lamongan
© 2026 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan