DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA

Peringatan Hari Posyandu Nasional 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Strategis Posyandu Berbasis 6 SPM Untuk Dekatkan Layanan Dasar dan Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

berita
Rabu, 29 April 2026
19x dilihat
Foto: Peringatan Hari Posyandu Nasional 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Strategis Posyandu Berbasis 6 SPM Untuk Dekatkan Layanan Dasar dan Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

Gubernur Jawa Timur, Khofifah
Indar Parawansa, menegaskan pentingnya transformasi Pos Pelayanan Terpadu
(Posyandu) berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai langkah
strategis dalam mendekatkan layanan dasar sekaligus meningkatkan kualitas hidup
masyarakat. 

Hal tersebut
disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Posyandu Nasional yang jatuh pada
Rabu (29/4), dengan tema “Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal
(SPM): Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat".

Menurut Gubernur
Khofifah, Posyandu merupakan lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan (LKD/LKK)
yang memiliki peran strategis sebagai wadah partisipasi masyarakat sekaligus
mitra pemerintah dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pembangunan
di tingkat lokal.

“Posyandu adalah
garda terdepan pelayanan masyarakat. Melalui transformasi berbasis 6 SPM,
Posyandu kini tidak hanya fokus pada layanan kesehatan, tetapi berkembang
menjadi pusat layanan terpadu yang menyentuh berbagai aspek kehidupan
masyarakat,” ujarnya, disela-sela kunjungan kerjanya  untuk misi dagang dan pertemuan dengan para
investor di Malaysia, Rabu (29/4).

Khofifah
menjelaskan, enam bidang pelayanan minimal yang diintegrasikan dalam Posyandu
meliputi sektor kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan
rakyat, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat
(trantibumlinmas).

Transformasi ini,
lanjut Khofifah, menjadi upaya konkret dalam menghadirkan layanan dasar yang
lebih dekat, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di tingkat desa
dan kelurahan.

“Dengan
pendekatan ini, masyarakat tidak perlu jauh-jauh mengakses layanan dasar.
Posyandu hadir sebagai pusat layanan yang inklusif, berbasis gotong royong, dan
memperkuat pembangunan dari bawah,” tegasnya.

Di Jawa Timur,
peran Posyandu dinilai sangat signifikan. Tercatat terdapat 46.414 Posyandu
yang didukung oleh 301.013 kader kesehatan yang tersebar di seluruh wilayah.

Khofifah
menyampaikan bahwa keberadaan Posyandu tidak hanya memberikan manfaat dalam
peningkatan layanan, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat.

“Posyandu mampu
menyalurkan aspirasi masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik,
mendukung pembangunan desa secara partisipatif, serta mendorong peningkatan
kesejahteraan keluarga dan kualitas sumber daya manusia,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia
menekankan bahwa keberhasilan transformasi Posyandu membutuhkan sinergi dan
kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader,
hingga masyarakat.

“Kader Posyandu
adalah ujung tombak yang bekerja dengan penuh dedikasi. Saya menyampaikan
apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi luar biasa mereka dalam menjaga
kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Di akhir,
Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat
Posyandu sebagai pilar pembangunan berbasis komunitas menuju terwujudnya
masyarakat Jawa Timur yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing.


Topik Terkait:

DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN LAMONGAN

  • Jl. Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur 62214
  • dinpmd@lamongankab.go.id
  • (0322) 321171
Logo Branding Lamongan
© 2026 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan