DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA

JATIM MANTAPKAN POSISI LUMBUNG PANGAN, TARGET PRODUKSI PADI NAIK 5 PERSEN PADA 2026

berita
Jumat, 08 Mei 2026
54x dilihat
Foto: JATIM MANTAPKAN POSISI LUMBUNG PANGAN, TARGET PRODUKSI PADI NAIK 5 PERSEN PADA 2026

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan peningkatan produksi padi pada 2026 sebesar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Target ini sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional yang berkelanjutan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan hal tersebut saat memimpin Gerakan Panen dan Percepatan Tanam di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jumat.

“Peningkatan ini tidak hanya bagaimana kita memaksimalkan produksi padi dan beras di Jawa Timur, tapi juga kita ingin menjadi bagian yang bisa membawa Indonesia bukan hanya berketahanan pangan tetapi juga berkedaulatan pangan berkelanjutan,” ujar Khofifah.

Berdasarkan data Angka Tetap BPS Tahun 2025, Jawa Timur mencatat luas panen sebesar 1,84 juta hektare dengan produksi padi mencapai 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Angka tersebut naik 12,60 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 9,77 juta ton.

Sementara itu, berdasarkan rilis BPS tanggal 4 Mei 2026, potensi produksi padi periode Januari–Juni 2026 diperkirakan mencapai 6,62 juta ton GKG atau meningkat sekitar 5,28 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Ini menunjukkan produktivitas pertanian Jawa Timur tetap tumbuh positif dan resilien di tengah tantangan global serta perubahan iklim. Insya Allah Jatim tetap menjadi tumpuan ketahanan pangan,” tambah Khofifah.

Untuk mencapai target tersebut, ia menekankan pentingnya modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti transplanter, rotavator, drone sprayer, hingga combine harvester.

Pemprov Jawa Timur juga melakukan sejumlah langkah strategis, antara lain percepatan tanam setelah panen dengan benih unggul tahan kekeringan, optimalisasi alsintan untuk mempercepat proses pertanian, penyusunan pola tanam adaptif berbasis teknologi dan mitigasi iklim, serta penguatan sistem irigasi melalui pompanisasi dan rehabilitasi jaringan.

Selain itu, Pemprov juga memperkuat sistem pelaporan cepat terhadap bencana alam dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Senada dengan hal tersebut, Plh. Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Tin Latifah menyampaikan bahwa pemerintah pusat menargetkan perluasan tanam hingga sekitar 16 juta hektare per tahun secara nasional.

Ia menyebut Jawa Timur telah berkontribusi sekitar 238.000 hektare hingga Mei 2026 dari total target 1,7 juta hektare nasional.

“Berdasarkan data BPS, produksi padi Jawa Timur pada semester I Januari–Juni 2026 diprediksi tumbuh lebih dari 5 persen dibanding 2025. Namun ini dengan catatan harus dimitigasi agar tidak terjadi puso akibat OPT maupun kekeringan,” ujarnya.

“Kami sangat yakin Provinsi Jawa Timur ini peningkatan produksinya tadi yang diprediksi 5 persen akan dapat tercapai,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah didampingi Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi, serta jajaran Pemprov dan Pemkab Madiun.

Pada kesempatan itu juga diserahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa tiga unit hand traktor singkal, empat unit cultivator, enam unit combine harvester besar, dan satu unit rotavator kepada Kelompok Tani Sumber Rukun sebagai perwakilan petani di Kecamatan Balerejo.

Sumber: ANTARA JATIM

https://jatim.antaranews.com/berita/1064251/jatim-mantapkan-posisi-lumbung-pangan-produksi-padi-ditarget-naik-5-persen

Topik Terkait:

DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN LAMONGAN

  • Jl. Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur 62214
  • dinpmd@lamongankab.go.id
  • (0322) 321171
Logo Branding Lamongan
© 2026 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lamongan