Lamongan – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lamongan menghadiri rapat pendahuluan kegiatan Kajian Optimalisasi Lahan Pekarangan dan Lahan Tidur sebagai Peluang Pemberdayaan Petani Milenial melalui Greenhouse Melon yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bappeda) Kabupaten Lamongan, Rabu (1/7). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat LA Planning Lantai II Bappeda ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian, Dinas Ketenagakerjaan, serta tim peneliti terkait. Kehadiran Dinas PMD menjadi bentuk komitmen mendukung pengembangan potensi ekonomi desa berbasis inovasi pertanian.
Dalam sesi pembahasan, terungkap berbagai kendala yang dihadapi unit usaha BUM Desa yang telah menerapkan sistem budidaya melon di greenhouse. Di antaranya adalah jangkauan pemasaran yang belum optimal sehingga nilai jual belum maksimal, serta serangan penyakit tanaman yang menghambat pertumbuhan dan kualitas buah. Dinas PMD menyampaikan catatan penting agar solusi yang dirumuskan nantinya sejalan dengan kebutuhan penguatan kelembagaan BUM Desa, mulai dari manajemen usaha hingga akses kemitraan.
Peran Dinas PMD dalam kajian ini sangat strategis, yaitu menjembatani hasil kajian dengan implementasi di tingkat desa, menyusun arahan pendampingan bagi pengelola BUM Desa, serta memastikan program ini selaras dengan prioritas pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Sinergi dengan Dinas Pertanian akan memperkuat solusi teknis budidaya, sedangkan kolaborasi dengan Dinas Ketenagakerjaan akan membuka pelatihan keterampilan bagi petani milenial yang ingin mengembangkan usaha serupa di desa masing-masing.
Diharapkan rapat ini menjadi langkah awal yang kuat untuk merumuskan kebijakan dan dukungan terpadu, sehingga lahan yang belum tergarap dapat berubah menjadi sumber ekonomi produktif. Dinas PMD berkomitmen terus mendampingi desa dan BUM Desa agar pengembangan budidaya melon sistem greenhouse dapat berkelanjutan, meningkatkan pendapatan desa.